Puisi-Puisi Muhammad Indra Faudu

oleh -454 views

”ko deng samua yang ada di kepala burung cendrawasih tra kosong eme”
jauh sebelum merah putih yang menancap dada burung itu
pace dan mace sudah bangun peradaban yang adil
tapi jangan kau lengah eme
jangan.. jangan.. orang datang bawa senyum jangan kau anggap remeh
sekarang beras dong kasih makan sekarang atau lusa mungkin tempe

lihatlah di dapur, mace baku gara sambil iris kani
di hutan pace pangkur sagu walaupun sunyi

perkara kalah
kunya jadi merah pinang!
lihatlah di langit warmon
awan-awan biru sepetinya cendrawasih di berkati untuk menang

eme jou dere
jo…
bergegaslah dan jangan ragu
eme jou dere..
pasang langkah liat arah
dan jangan ragu
sebab kau di besarkan  sagu
yang tak mudah kabubu

yogyakarta,10/11/2017

=======

Baca Juga  Pemda Haltim Ultimatum PT Feni, Ancam Lapor ke Kementerian Jika Tak Tuntaskan Sedimentasi

Jadi Sula

dayunglah sampan kedalam jiwa mu agar kau tau hasa arus kehidupan

Menjadi sula bukankah kita harus menyala seperti api di para-para
dan mekar rupa manuru?
ataukah duduk di dego-dego dan cerita betapa manisnya rupiah?

aku hendak mengajak kau melihat
Istana daerah yang hilang adat

mari kita pahat jatuh acuh dan dendam jadi tombak
yang kita bidik di  mata amarah masa lalu

Sebab Menjadi sula
Akan sulit rasanya jika tak kembali ke rahimnya

Dan menjadi sula adalah nyali orang-orang babua di tengah pesta tenti namun ia sunyi bersama hentakan li do pafau bal i bau