Pulang

oleh -588 views

Cerpen Karya: Butet RSM

Mataku terpaku pada asap di secangkir Soklat Napoleon milik Tonang.

“Melamun lagi, apa aku se-dementor itu buatmu?”

Aku tersenyum mendengar gurauannya soal dementor. Tonang baru kukenal tiga bulan lamanya. Namun, ia seperti kawan lama. Seorang pemikir yang mampu mengimbangi letupan ideku.

“Aku mikirin keju di atas coklat panasmu, diparut dan diletakkan di atas agar meleleh perlahan lalu menyatu dengan coklat. Kalau keju itu beruntung, pembeli sepertiku akan segera mengaduk sehingga proses menyatunya berlangsung lebih cepat, lekas turun suhunya dan habis diminum dalam beberapa kali teguk.”

“Lalu keju yang gagal meleleh akan menempel di sudut bibirmu dan seorang pria yang cerewet akan menasihatimu soal cara memikmati Soklat Napoleon sambil mengulurkan tangannya untuk memberimu tisu sekaligus menyebutkan namanya.”

Baca Juga  5 Tanda Langka Ini Jadi Bukti Kamu Temukan Cinta Sejati, Sudah Merasakannya?

“Ha ha ha, itu kan kamu. Mengapa kamu begitu cerewet? Apakah sejak dulu sudah seperti itu?”

Tonang mendekatkan wajahnya padaku. “Kurasa aku baru cerewet setelah bertemu perempuan sepertimu. Kamu jelas butuh teman sepertiku yang kenyang dengan pengalaman hidup, namun belum berubah menjadi dewa sehingga masih hidup di dunia.”

Aku memalingkan wajah darinya. Setiap Tonang menegaskan soal ‘ia masih hidup’, aku selalu berpikir bahwa ia punya keinginan untuk bunuh diri. Siapa tahu di balik sosoknya yang cerewet sekaligus hangat itu, ia merindukan istrinya.

No More Posts Available.

No more pages to load.