Rahasia Kuba Pertahankan Sistem Kesehatan Gratis meski Diembargo AS

oleh -103 views
Seorang pedagang menjajakan sapu dan pengki di ibu kota Kuba Havana, Kamis, 28 Agustus 2025. (AP/AP)

Porostimur.com, Havana – Meski diperketat oleh embargo Amerika Serikat, Kuba tetap mampu mempertahankan sistem perawatan kesehatan universal gratis serta mengirimkan bantuan medis internasional.

Di jantung Kota Havana, Poliklinik Cosme Ordonez Carceller menjadi contoh nyata model kesehatan masyarakat Kuba yang gratis, mudah diakses, berbasis komunitas, dan berfokus pada pencegahan. Didirikan pada 1974, klinik ini melayani sekitar 13.000 penduduk dengan layanan mulai dari kardiologi, ortopedi, konseling fertilitas, hingga tes genetik.

Fasilitas ini dinamai dari dr Cosme Ordonez Carceller (1927–2019), seorang ahli epidemiologi yang memelopori klinik multidisiplin pada era 1960–1970-an. Ia juga menggagas program inovatif seperti klub kakek-nenek bagi lansia, yang kemudian direplikasi di seluruh negeri.

Baca Juga  BYD M6 DM Resmi Meluncur di Indonesia, MPV Hybrid Dibanderol Mulai Rp 298 Juta

Sistem kesehatan Kuba dijalankan secara terpusat, dengan Majelis Nasional mengawasi Kementerian Kesehatan, yang menetapkan kebijakan nasional, sementara pemerintah provinsi hingga kota mengelola rumah sakit dan fasilitas kesehatan. Jaringan poliklinik komunitas menjadi tulang punggung sistem ini, didukung dokter dan perawat keluarga sebagai garda terdepan.

Prinsip utama layanan kesehatan Kuba adalah pencegahan melalui edukasi publik, intervensi dini, dan perawatan komprehensif. Dengan alokasi sumber daya yang efisien, Kuba memastikan akses kesehatan yang adil bagi seluruh warga, meski embargo AS selama enam dekade telah menghambat pasokan obat dan peralatan medis.

No More Posts Available.

No more pages to load.