“Aku merasa banget lagu ini benar-benar nggak ada sensor-sensornya, aku tuangin di lagu ini tanpa diindah-indahin, disensor-sensor. Jadi ini pure emosi aku sih di situ. Lagu yang ini bukan galau, lebih ke haru, ya itu lah yang aku sampein di saat ini,” cerita dia.
Menurut Raisa, menangis saat proses rekaman sebenarnya justru membuat proses tersebut berlangsung lebih lama. Sebab, ketika menangis, suara seseorang menjadi berubah.
Namun, ia mengaku tidak dapat menahan perasaannya meski tengah berada di studio.
Karena dibuat dan direkam dengan apa adanya, Raisa mengungkapkan ini adalah salah satu lagu favoritnya dalam album. Baginya, Jangan Cepat Berlalu adalah kenang-kenang untuknya di masa mendatang ketika mengenang masa-masa membesarkan dan melihat Zalina tumbuh.
“Sebenarnya kalau habis nangis kan jadi bindeng, terus harus nunggu setengah jam lagi karena harus nunggu bindengnya hilang baru rekaman lagi, jadi rekamannya jadi lama,” kata Raisa.
“Itu salah satu lagu yang aku senang banget lagu ini ada di repertoire aku, karena itu adalah kenang-kenangan masa-masa aku lagi romantis banget sama motherhood. Itu masa-masa yang nggak akan lama, jadi aku abadikan di sini,” sambungnya.
(red/detikcom)




