Rakor TEKAD Halbar: Produksi Beras Taboso Capai 4,5 Ton

oleh -119 views
Fasilitator TEKAD Kecamatan Jailolo Farjihan A. M Ngofangare, menjelaskan bahwa produksi beras Taboso saat ini merupakan hasil kombinasi dari demplot program dan replikasi petani.

“Kita perlu mengalokasikan sebagian hasil sebagai showcase untuk pengurusan izin edar seperti PIRT dan merek dagang. Ini bagian dari strategi hilirisasi sekaligus penguatan harga di pasar,” tegasnya.

Langkah tersebut dinilai penting agar produksi yang meningkat tidak hanya berhenti pada aspek kuantitas, tetapi juga mampu memberikan nilai ekonomi yang lebih tinggi bagi petani.

Target Empat Kali Panen, Produksi Bisa Capai 18 Ton

Fasilitator Kabupaten TEKAD Halmahera Barat, Anton Ilyas, menambahkan bahwa keberlanjutan produksi perlu ditopang dengan pola tanam yang terencana dan konsisten.

“Ke depan kita dorong pola tanam serempak dengan target empat kali panen dalam setahun. Jika produksi per siklus tetap 4,5 ton, maka total bisa mencapai 18 ton per tahun,” paparnya.

Ia menegaskan bahwa implementasi pola tersebut membutuhkan pendampingan intensif dari penyuluh pertanian lapangan (PPL) serta penguatan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam mengatur jadwal tanam dan distribusi hasil panen.

Baca Juga  Gempa M6 Guncang Maluku Barat Daya, BMKG Pastikan Tak Berpotensi Tsunami

Pemda Diharapkan Jamin Pasar Petani

Anton juga menyoroti pentingnya dukungan pemerintah daerah dalam memastikan keberlanjutan pasar bagi hasil produksi petani.

“Kami berharap Pemda Halmahera Barat dan Provinsi Maluku Utara dapat memfasilitasi akses pasar dan rantai distribusi yang jelas. Produksi meningkat, tapi tanpa jaminan pasar, petani bisa trauma terhadap harga,” ujarnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.