Ia menyebut sejumlah desa binaan TEKAD seperti Taboso, Hoku-Hoku Kie, dan Golago Kusuma kini mulai berkembang dalam sektor padi sawah, sehingga membutuhkan dukungan sistem pemasaran yang kuat.
Fokus pada Pola Panen Berkelanjutan
Sementara itu, Koordinator TEKAD Halmahera Barat, Amin Raden, menegaskan bahwa tantangan ke depan bukan lagi sekadar meningkatkan produksi, tetapi mengatur pola panen agar berlangsung berkelanjutan.
“PR kita sekarang bukan lagi sekadar panen, tetapi bagaimana pola panennya bisa diatur secara berulang. Kita sudah mampu menjawab defisit di tingkat desa, sekarang harus punya peta jalan menuju kemandirian,” tegasnya.
Menurutnya, konsistensi dalam pola tanam dan panen akan menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas produksi sekaligus memastikan ketahanan pangan desa tetap terjaga dalam jangka panjang.
(Asirun Salim)
Porostimur.com berkomitmen memberikan fakta jernih, terpercaya, dan berimbang. Simak berita dan artikel terbaru kami di: WhatsApp Channel porostimur.com










