Sehari sebelumnya, Ohoirat mengaku telah menerima perwakilan pengunjuk rasa yang menggelar aksi demonstrasi di depan perempatan Monumen Gong Perdamain Dunia, di Kota Ambon, Senin (2/7/2021).
“Kemarin saya menerima para pengunjuk rasa, dan mereka mengaku masih ada kegiatan tambang emas liar dan peredaran sianida dan merkuri,” ujarnya.
Selain itu, para pendemo juga mengaku masyarakat di dataran Waeapo sudah tidak bisa lagi mengkonsumsi air bersih di sana. Ini akibat maraknya ditemukan pengolahan emas menggunakan obat-obatan terlarang seperti sianida dan merkuri.
“Mereka bilang banyak rendaman yang saat ini masih beroperasi di desa Wamsait jalur A dan Jalur B, yang belum disentuh sampai sekarang oleh pihak kepolisian,” jelasnya.
Kepada para pendemo, Ohoirat mengatakan penutupan gunung botak bukan saja kebijakan Polisi sendiri melainkan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.
“Saat ini pengamanan Gunung Botak sudah diserahkan kepada Polres Buru dan anggaran dari pemerintah daerah setempat untuk mendukung pengamanan sudah tidak ada lagi,” katanya.
Menyangkut keterlibatan oknum polisi, Ohoirat menegaskan pihaknya selama ini tidak pernah tebang pilih dan menindak tegas siapa saja yang terlibat.




