Ramai Diberitakan, Polres Buru Musnahkan 25 Bak Rendaman Emas Ilegal di Gunung Botak

oleh -13 views
Link Banner

Porostimur.com | Namlea: Sempat menjadi pembicaraan masyarakat pemberitaan media, sebanyak 25 unit bak rendaman emas ilegal di kawasan tambang Gunung Botak, Desa Persiapan Wansait, Kecamatan Waelata, Kabupaten Buru, akhirnya dimusnahkan oleh personel Polsek Waeapo

Puluhan bak rendaman emas milik orang tak dikenal ini ditemukan setelah sebanyak 30 personel Polsek Waeapo yang dipimpin Kapolsek Ipda Zainal menyisir lokasi sungai di jalur A dan B, Selasa (3/8/2021).

“Tadi kami melakukan penyisiran sejak pukul 10.00 – 14.30 WIT, dan ditemukan bekas aktivitas pertambangan emas yang menggunakan metode rendaman. Ada sebanyak 25 buah bak rendaman yang ditemukan,” kata Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol M Roem Ohoirat di Ambon, Selasa (3/8/2021).

Baca Juga  Bentuk karakter, profesi guru wajib dihargai

Puluhan bak rendaman emas yang diduga menggunakan bahan kimia berbahaya (B3) seperti sianida dan merkuri, yang ditemukan tersebut langsung dimusnahkan dengan cara dibakar.

“Saat ditemukan personel langsung melakukan pemusnahan,” katanya.

Pihaknya, kata Ohoirat, juga telah memberikan himbauan kepada masyarakat yang mendiami sekitar kawasan tersebut agar tidak memasuki area pertambangan.

“Kemarin juga personel langsung memberikan himbauan kepada masyarakat agar tidak memasuki area tambang dan melakukan aktivitas penambangan ilegal,” katanya.

Sehari sebelumnya, Ohoirat mengaku telah menerima perwakilan pengunjuk rasa yang menggelar aksi demonstrasi di depan perempatan Monumen Gong Perdamain Dunia, di Kota Ambon, Senin (2/7/2021).

“Kemarin saya menerima para pengunjuk rasa, dan mereka mengaku masih ada kegiatan tambang emas liar dan peredaran sianida dan merkuri,” ujarnya.

Baca Juga  Polres Buru Bagi Masker Gratis Kepada Masyarakat

Selain itu, para pendemo juga mengaku masyarakat di dataran Waeapo sudah tidak bisa lagi mengkonsumsi air bersih di sana. Ini akibat maraknya ditemukan pengolahan emas menggunakan obat-obatan terlarang seperti sianida dan merkuri.

“Mereka bilang banyak rendaman yang saat ini masih beroperasi di desa Wamsait jalur A dan Jalur B, yang belum disentuh sampai sekarang oleh pihak kepolisian,” jelasnya.

Kepada para pendemo, Ohoirat mengatakan penutupan gunung botak bukan saja kebijakan Polisi sendiri melainkan pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

“Saat ini pengamanan Gunung Botak sudah diserahkan kepada Polres Buru dan anggaran dari pemerintah daerah setempat untuk mendukung pengamanan sudah tidak ada lagi,” katanya.

Baca Juga  Waka Polres Pulau Buru Kompol Janny Parinusa, Silaturrahmi Dengan Wartawan

Menyangkut keterlibatan oknum polisi, Ohoirat menegaskan pihaknya selama ini tidak pernah tebang pilih dan menindak tegas siapa saja yang terlibat.

“Kami sudah berkomitmen apabila ada oknum yang terlibat akan kami proses, bahkan ada beberapa anggota yang sudah kami pecat, beberapa perwira yang sudah kami tarik,” tandasnya. (ima)

No More Posts Available.

No more pages to load.