Ramai-ramai Tolak Hasil Pilpres?

oleh -2 Dilihat
Toni Rosyid

Oleh: Tony Rosyid, Pengamat Politik dan Pemerhati Bangsa

Protes muncul dimana-mana. Jauh sebelum hari pencoblosan. Para Guru Besar di lebih dari 50 universitas protes. Mereka mengingatkan kepada penguasa agar menghentikan segala bentuk intervensinya di pemilu 2024.

Mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi juga demo. Isunya sama. Meminta penguasa, dalam hal ini presiden, untuk tidak ikut cawe-cawe di pemilu 2024. Terutama pilpres.

Apakah penguasa mengehentikan cawe-cawenya? Apakah suara para Guru Besar dan mahasiswa didengar? Apakah protes para tokoh diperhatikan? Anda pasti tahu jawabannya.

Jika anda punya anak ikut jadi calon di pilpres, apakah anda akan diam dan membiarkan anak anda bertarung sendirian? Jika itu anda lakukan, maka anda akan dianggap oleh keluarga sebagai “Bapak Raja Tega”. Anda tentu tidak ingin cacat di mata keluarga anda, terutama di mata anak anda.

Baca Juga  4 Syarat Mahar Pernikahan agar Sah Menurut Islam

Film dokumenter “Dirty Vote” telah menggambarkan bagaimana intervensi pilpres itu berproses. Bagaimana peran kekuasaan secara terstruktur, sistemik dan masif mendesain kemenangan satu putaran. Ada yang membantah film itu? Tidak ! Tiga dosen dan ahli hukum tatanegara yang menjadi pemeran utama film “Dirty Vote” itu malah dituduh partisan. Difitnah diback up oleh -dan mendukung kepada paslon tertentu. Ini tentu saja tudahan ngawur dan konyol.

No More Posts Available.

No more pages to load.