Rawan Longsor Akibat Faktor Alam, Direktur Preservasi Jalan dan Jembatan Wilayah II Pantau Sejumlah Ruas Jalan di Pulau Buru dan Seram

oleh -581 views

Porostimur.com, Ambon – Semua masyarakat sangat menginginkan adanya Ppembangunan infrastruktur jalan dan jembatan yang baik untuk mempermudah transportasi dan menambah laju pertumbuhan ekonomi suatu daerah. Namun tidak bisa dipungkiri faktor alam juga menjadi salah satu penyebab utama banyaknya kerusakan jalan.

Ruas jalan di Pulau Seram misalnya, menjadi perhatian serius pemerintah khususnya Kementerian Pekerjaan Umum karena banyak ruas-ruas jalan yang mengalami kerusakan dan longsor pada badan jalan karena faktor alam tersebut.

Sedikitnya ditemukan ada tiga faktor utama yakni faktor geologi, faktor morfologi wilayah, dan faktor kondisi fisik wilayah di Pulau Seram yang menyebabkan banyaknya ruas-ruas jalan rusak dan longsor. Hal ini bisa dilihat pada ruas jalan Sp. Waipia-Saleman, dan ruas Saleman-Besi yang menghubungkan wilayah Kabupaten Maluku Tengah dan Kabupaten Seram Bagian Timur.

Baca Juga  Pastikan Lintasan Jalan Umum Aman, Dishub Haltim Panggil Sejumlah Perusahaan Tambang

Faktor geologi

Faktor geologi yang berperan dalam terjadinya gerakan massa tanah atau batuan meliputi kondisi litologi dan struktur geologi. Keberadaan bidang diskontinuitas seperti kekar (retakan) atau sesar pada massa batuan dapat menjadi jalur infiltrasi air, yang selanjutnya menurunkan kekuatan dan kohesi material batuan maupun tanah. Proses ini dapat memicu deformasi serta mempermudah terjadinya longsoran. Selain itu, kemiringan lereng yang terjal, terutama pada ruas-ruas jalan di daerah perbukitan atau pegunungan, turut meningkatkan potensi ketidakstabilan lereng. Lereng dengan slope yang terjal akan memperbesar gaya gravitasi yang bekerja pada material di atasnya, sehingga meningkatkan risiko terjadinya gerakan tanah yang dapat berdampak langsung terhadap kestabilan infrastruktur jalan.

No More Posts Available.

No more pages to load.