Menurutnya, hal ini diperlukan agar pihak hotel pun dapat memberikan pelayanan terbaik terhadap para pengunjung pariwisata yang datang ke Maluku.
”Sudah jadi tanggungjawab dari industri sebenarnya untuk melakukan training kepada karyawannya. Hanya saja pemerintah karena memiliki kepentingan disitu juga turut mendukung terlaksananya sertifikasi ini. Kenapa? Karena tentu saja tamu yang datang ke Ambon-Maluku harus terlayani dengan baik. Harus sesuai standar. Ya bagiannya pemerintah yaitu memantau, menilai dan mengevaluasi serta memberikan masukan,” tegasnya.
Banyaknya karyawan yang belum kompeten, jelasnya, dapat menjadi indikator koreksi bahwa di Maluku masih harus dilakukan pembenahan, salah satunya dengan cara training terhadap karyawan yang belum memiliki skill dimaksud.
Apalagi, akunya, karyawan harus mampu bekerja dengan standar yang diberikan agar dapat dikoreksikan dengan perusahaan terkait.
”Ada tiga hal yang perlu dimiliki oleh setiap karyawan. Seperti pengetahuan, kecakapan serta sikap. Ketiganya perlu dimiliki agar pemberian pelayanan masing-masing hotel terhadap pengunjung akan mampu memberikan nilai plus yang positif di kemudian hari,” ujarnya.
Minimnya kompetensi atas ketiga hal dimaksud, terangnya, berpeluang memberikan dampak buruk pada pelayanan industri pariwisata, yang tidak jarang berbuntut pada pemecatan terhadap karyawan.




