Amirabdollahian mengakui bahwa Presiden Iran Ebrahim Raisi berharap untuk melakukan perjalanan ke Saudi dalam kunjungan resmi. “Kami percaya bahwa gagasan untuk mencapai keamanan dan pembangunan di kawasan adalah gagasan yang tidak dapat dipecah-pecah,” katanya.
Menteri luar negeri Iran terakhir yang mengunjungi Saudi dalam perjalanan publik adalah Mohammad Javad Zarif. Dia melakukan perjalanan ke kerajaan pada 2015 untuk menyampaikan belasungkawa atas kematian Raja Abdullah.
Saudi kemudian memutuskan hubungan dengan Iran pada 2016 setelah pengunjuk rasa menyerbu pos diplomatik Saudi di Teheran. Saudi telah mengeksekusi seorang ulama Syiah terkemuka bersama 46 orang lainnya beberapa hari sebelumnya, yang memicu demonstrasi.
Peristiwa tersebut terjadi ketika Putra Mahkota Mohammed bin Salman yang saat itu menjabat sebagai wakil mulai naik ke tampuk kekuasaan. Putra Raja Salman Pangeran Mohammed sebelumnya membandingkan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dengan Adolf Hitler dari Nazi Jerman dan mengancam akan menyerang Iran.
Agama juga memainkan peran kunci dalam ketegangan. Saudi telah menggambarkan sebagai negara Sunni terkemuka di dunia. Teokrasi Iran, sementara itu, memandang dirinya sebagai pelindung minoritas Islam Syiah.









