Porostimur.com, Jakarta — Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) I Tahun 2025 Partai Golkar menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis, salah satunya menegaskan bahwa setiap kebijakan pembangunan, baik nasional maupun daerah, harus disusun dengan pendekatan mitigasi dan respons cepat terhadap bencana.
Rekomendasi tersebut lahir dari keprihatinan Partai Golkar atas rangkaian bencana alam yang kembali melanda sejumlah wilayah di Indonesia, khususnya di Pulau Sumatera.
Indonesia Negara Rawan Bencana
Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa bencana alam yang terjadi di berbagai wilayah Sumatera menjadi pengingat kuat bahwa Indonesia merupakan negara dengan tingkat kerawanan bencana yang tinggi.
“Partai Golkar merasakan keprihatinan dan empati yang mendalam kepada seluruh masyarakat yang terdampak bencana alam,” kata Bahlil dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (21/12/2025).
Menurut Bahlil, kondisi tersebut menuntut perubahan cara pandang dalam pembangunan nasional. Aspek kebencanaan, kata dia, tidak boleh lagi diposisikan sebagai urusan tambahan, melainkan harus menjadi bagian integral dari perencanaan pembangunan.
Penataan Hutan dan Daerah Tangkapan Air
Dalam rekomendasi Rapimnas, Partai Golkar juga menekankan pentingnya penataan ulang kawasan hutan, terutama yang berfungsi sebagai daerah tangkapan air. Langkah ini dinilai krusial untuk menekan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor.









