Review Film Bumi Manusia: Pribumi Pertama yang Lawan Pengadilan Eropa

oleh -148 views
Link Banner

[carousel_slide id=’12211′]

Ini adalah kisah dua anak manusia yang meramu cinta di atas pentas pergelutan tanah kolonial awal abad 20. Inilah kisah Minke dan Annelies. Cinta yang hadir di hati Minke untuk Annelies, membuatnya mengalami pergulatan batin tak berkesudahan. Dia, pemuda pribumi, Jawa totok. Sementara Annelies, gadis Indo Belanda anak seorang Nyai. Bapak Minke yang baru saja diangkat jadi Bupati, tak pernah setuju Minke dekat dengankeluarga Nyai, sebab posisi Nyai di masa itu dianggap sama rendah dengan binatang peliharaan.

Tanggal rilis: 15 Agustus 2019

(Indonesia)

Link Banner

Sutradara: Hanung Bramantyo

Berikut ini sinopsis film Bumi Manusia :   

                           

Walaupun hanya anak pribumi, namun Minke diperbolehkan bersekolah di HBS karena kepiwaiannya menulis.

Baca Juga  Catat!... Seng Batuk Maar Biji-Biji Sakit, Itu Gejala 'Atipikal' Dari COVID-19.

Sebenarnya yang boleh bersekolah di HBS adalah keturunan orang-orang Eropa, khususnya Belanda.

Sedangkan orang-orang Indonesia, hanya mereka yang berasal dari golongan ningrat atau pejabat saja yang bisa bersekolah di HBS.

Namun Minke merupakan perkecualian karena kepandaiannya dalam menulis.

Tulisan Minke bahkan kerap terbit di koran-koran Belanda.

Selain pandai menulis, Minke juga merupakan orang yang revolusioner. Oleh karena itu, dia tidak disenangi oleh teman-teman sekolah Eropanya.

Minke yang bukan dari golongan ningrat harus berada di golongan bawah, yang membuatnya melawan, memberontak, dianggapnya tidak adil juga.

Suatu hari, Minke jatuh cinta pada anak Nyai Ontosoroh, Annelies. Annelies ini pada akhirnya menikah dengan Minke.

Baca Juga  Lagi, mahasiswa demo swastanisasi kampus Unpatti

Bumi Manusia juga menceritakan tentang kehidupan Nyai Ontosoroh yang merupakan istri simpanan dari seorang keturunan Eropa yang terpandang, yang sering dipanggil dengan nama Tuan Mellema.

Predikatnya sebagai seorang nyai, istri simpanan membuat Nyai Ontosoroh dikucilkan, dianggap sebagai perempuan yang tidak terhormat, tidak memiliki martabat, tidak diperbolehkan mempunyai hak asasi yang sepantasnya dia dapatkan.

Inilah yang membuat Nyai Ontosoroh menderita. Namun ia melawan segala cemoohan dan cara pandang orang terhadapnya.

Kisah cintanya dengan Annelies dan kekaguman Minke akan sosok Nyai (Ibu Annelies) menjadi kisah utama dalam cerita film ini.

Pramoedya Ananta Toer di ruang kerja dalam rumahnya, Bogor, tahun 2001. [Reuters]

Film Bumi Manusia sudah mulai proses shooting sejak awal Agustus 2018.

Film garapan sutradara HanungBramantyo ini, menampilkan artis dan aktor peran seperti, Iqbal Ramadhan, Syah Ine Febriyanti , Mawar De Jongh , Donny Damara , Ayu Laksmi dan puluhan pemeran yang didatangkan dari Belanda.(red/tjc/jen)