Penggunaan Batam sebagai salah satu setting film menjadi daya tarik Monkey Man, khususnya penonton Indonesia. Dengan berlatar di kota fiksi India, film ini memberikan pandangan yang segar tentang kehidupan di dunia urban yang penuh dengan bahaya dan ketegangan. Patel berhasil menangkap atmosfer kota yang gelap dan menegangkan dari kota, memberikan dimensi tambahan pada cerita yang menarik.
Selain itu, film ini juga menampilkan berbagai adegan yang memikat secara visual. Meskipun anggarannya mungkin tidak sebesar film-film Hollywood lainnya, Monkey Man berhasil menciptakan dunia yang nyata dan terasa hidup. Kejar-kejaran bajaj bertenaga turbo dengan mobil menjadi keunikan yang menarik perhatian penonton. Aksi bela diri yang brutal dan natural dikemas dengan teliti.
Peran Patel sebagai Kid juga layak diacungi jempol. Patel membawa karakternya sehingga penonton merasa terhubung dengan perjuangan dan jatuh bangun dirinya, layaknya menyaksikan John Wick ala India.
Pada akhirnya, Monkey Man menjadi karya yang mengagumkan dari Dev Patel. Dengan aksi yang memukau, naratif yang kuat, dan pesan-pesan sosial yang dalam, film ini berhasil menciptakan pengalaman menonton yang menyenangkan. (red/beritasatu)









