Porostimur.com, Ambon – PT Pelindo resmi mengumumkan rencana revitalisasi Pelabuhan Yos Sudarso Ambon, yang akan dimulai pada pertengahan Juli 2025. Proyek strategis ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas dan pelayanan pelabuhan, sekaligus memperkuat peran Ambon sebagai simpul utama logistik dan penumpang di Kawasan Timur Indonesia (KTI).
Revitalisasi ini akan mengubah wajah pelabuhan secara signifikan—dari kapasitas tampung 600 orang menjadi 1.800 penumpang, dengan perluasan area terminal dari 1.500 meter persegi menjadi 3.200 meter persegi.
Investasi Rp 25 Miliar untuk Tingkatkan Kenyamanan dan Layanan

General Manager Pelindo Regional IV Ambon Zahlan, menjelaskan bahwa pembangunan dilakukan dalam skema multiyears 2025–2026, dengan target groundbreaking dimulai bulan ini.
“Pembangunan ini dilakukan untuk meningkatkan kapasitas pelayanan serta memperkuat posisi Pelabuhan Ambon sebagai salah satu simpul utama konektivitas logistik dan penumpang di Maluku,” ujarnya.
Proyek ini menghabiskan anggaran Rp25 miliar, yang mencakup:
- Renovasi terminal penumpang eksisting,
- Pembangunan gedung terminal baru,
- Pemasangan garbarata, yaitu jembatan beratap dan berdinding penghubung antara terminal dan pintu kapal,
- Perluasan container yard dan dermaga,
- Perluasan area parkir,
- Penambahan jenis dan jumlah crane,
- Peningkatan fasilitas IT, termasuk integrasi sistem dan ruang kendali (PNC),
- Pengembangan layanan terintegrasi dengan mitra terkait.
Ambon Menuju Pelabuhan Bertaraf Nasional
Zahlan menekankan pentingnya proyek ini dalam menjawab tantangan pertumbuhan jumlah penumpang dan arus logistik yang terus meningkat di wilayah timur Indonesia.
“Pelabuhan Ambon memiliki peran penting sebagai gerbang logistik Kawasan Timur Indonesia dan sudah saatnya dilakukan peningkatan menyeluruh agar mampu bersaing secara nasional maupun regional,” ucapnya.









