Porostimur.com, Tidore – Ribuan masyarakat Kota Tidore Kepulauan menggelar apel siaga di Halaman Kedaton Kesultanan Tidore, Kamis (17/7/2025), sebagai bentuk protes terhadap rencana pemekaran Daerah Otonomi Baru (DOB) Sofifi. Massa mendesak Sultan Tidore, Wali Kota, Wakil Wali Kota, dan DPRD agar bersikap tegas menolak wacana tersebut yang dinilai mengancam wilayah adat dan mengoyak kesatuan rakyat Tidore.
Gelombang aksi ini tak hanya bernuansa politik, tetapi juga menyentuh sisi historis dan kultural masyarakat Tidore yang merasa dilecehkan oleh keputusan sepihak segelintir elite. Aksi damai yang digelar di pusat simbolik Kesultanan itu menjelma menjadi panggung solidaritas dan pengingat sejarah bahwa Tidore bukan entitas yang bisa diabaikan begitu saja.
Warga Sandera Keputusan Politik Pemkot
Dalam orasi-orasi yang bergema dari lapangan Kadaton, masyarakat menegaskan agar Wali Kota Muhammad Sinen dan Wakil Wali Kota Ahmad Laiman tidak gegabah dalam mengambil keputusan terkait DOB Sofifi. Mereka bahkan menyatakan secara terbuka bahwa para pemimpin daerah harus siap mengundurkan diri bila tak mampu menolak rencana tersebut.
“Kalau Sultan, Wali Kota, Wakil dan DPRD tidak berani menolak DOB Sofifi, maka sebaiknya berhenti saja,” teriak salah satu orator, disambut sorak setuju ribuan massa.









