“Memang agak sedikit berbeda karena lagu ini biasanya orang masuk di YouTube dulu baru viral tapi ini sudah viral baru beta buat lagu ini dan puji tuhan kiranya lagu ini bisa ada di YouTube dan bisa menjadi berkat bukan cuma di Maluku atau di Ambon tapi juga di Indonesia dan juga di bangsa-bangsa lain,” ujar dia.
Titahena mengatakan lagu yang ia tulis itu terinspirasi dari berkat serta kebaikan Tuhan dalam kehidupan manusia yang tak terukur.
“Saya terinspirasi untuk membuat lagu ini akan kebaikan Tuhan. katong tidak bisa ukur kebaikan Tuhan, katong seng bisa mengukur kebesaran Tuhan dalam kantong hidup kalau memang Tuhan Yesus itu dia paling baik dan yang paling utama adalah ucapan syukur. Danke banyak terima kasih untuk apa yang Tuhan buat sehingga masih hidup dan masih bernafas kalau ada kesusahan kalau ada kesenangan Tuhan selalu ada pada katong memang dia punya breads itu berkat itu seng ada lawan. Artinya tidak ada yang bisa lawan Tuhan Yesus karena dia saja yang paling baik dari dalam kantong pun hidup,” tukas dia.
“Dari Lagu ini mungkin mengajarkan kita untuk selalu bersyukur dalam segala hal baik suka, senang, sedih dan bahagia kita harus tetap bersyukur karena apa yang di buat Tuhan kepada kita semua adalah baik adanya karena Tuhan Yesus Paling Baik. Sampai hari ini kantong masih hidup saja harus bersyukur dan katong menikmati segala kebaikan yang Tuhan buat dalam kantong hidup,” tutup Titahena.




