Porostimur.com, Piru – Jejaring Kelompok Pengelolaan Kolaboratif Kawasan Konservasi (KK) Pulau Buano resmi terbentuk sebagai upaya memperkuat perlindungan ekosistem laut dan pengelolaan kawasan konservasi secara berkelanjutan di Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).
Dalam forum lintas sektor tersebut, peserta secara aklamasi menunjuk Roberth Hutuely sebagai Koordinator Umum (Kordum) Jejaring Kelompok Pengelolaan Kolaboratif KK Pulau Buano.
Pembentukan jejaring berlangsung dalam rapat yang digelar di Aula Yayasan SAHARI, Desa Nuruwe, Kecamatan Kairatu Barat, Kamis (25/6/2026), dan dilanjutkan dengan rapat kerja pada Jumat (26/6/2026).
Program pengelolaan kolaboratif ini mendapat dukungan melalui Tropical Forest Conservation Act (TFCA) yang dijalankan konsorsium Yayasan SAHARI bersama Coral Triangle Center (CTC) dan KIRANIS.
Perkuat Pengawasan dan Cegah Penangkapan Ikan Destruktif
Sebagai koordinator umum, Roberth Hutuely bertanggung jawab mengoordinasikan tiga kelompok pengelola kawasan konservasi yang berasal dari Desa Waesala, Buano Selatan, dan Soleh.
Selain itu, ia juga akan menjalin koordinasi dengan dewan pengarah yang terdiri dari berbagai unsur pemerintah dan aparat penegak hukum.
Roberth menyambut baik terbentuknya jejaring tersebut dan berharap sinergi antarkelompok mampu memperkuat pengawasan kawasan konservasi, terutama dalam menekan praktik penangkapan ikan secara destruktif.










