Sajadah Merah

oleh -320 views

“Halo assalamu’alaikum mas”.
“Wa’alaikumussalam dek, lagi apa toh”.
“Lagi nonton film ini mas bareng temen-temen”.
“Loh tumben nobar di pondok dek”.
“Iya ini mas mumpung lagi libur ngaji, kebetulan tadi ada temen yang pinjem proyektor ke kang santri”.
“Oalahh gitu toh, owh iya dek mas mau bilang sama adek”.
“Mau bilang apa toh mas kok kelihatannya serius amat”.
“Gini dek, 2 minggu lagi mas mau berangkat ke pondok tadi ada informasi dari pengurus pondok”.

Seketika raut wajah Azizah yang tadinya bahagia kini berubah menjadi sedih. Azizah membayangkan hari-harinya tanpa kehadiran sang pujaan hati.
“Kok cepet banget mas, bukannya jadwal berangkt ke pondok Lirboyo masih 1 bulan lagi” jawab Azizah sedih.
“Iya dek, tapi untuk wilayah Purworejo dan Kebumen ada perubahan jadwal yang harusnya berangkat 1 bulan lagi dimajuin jadi 2 minggu lagi”.

Baca Juga  Buka LK2 HMI di Purwakarta, Umar Lessy: HMI Lahir untuk Melahirkan Pemimpin

Tanpa Azizah sadari bulir-bulir air mata turun deras di pipi, semua kenangan bersama sang pujaan hati begitu saja terlintas. Dari kenangan 1 tahun yang lalu di sebuah rumah asri saat Azizah silaturahmi ke rumah salah satu teman SMPnya yang bernama Aisyah, disitulah Azizah untuk pertama kalinya bertemu dengan sang pujaan hati. Saat itu Azizah sedang berbincang-bincang dengan Aisyah tanpa Azizah sadari, ada seseorang yang sedari tadi memperhatikan Azizah dari ruangan berbeda. Itu lah Haidar saudara kandung Aisyah yang mana usia Haidar hanya terpaut 1 tahun lebih muda dari Aisyah. Entah sihir apa yang membuat Haidar jatuh hati kepada Azizah untuk pandangan pertama. Dari situlah rasa penasaran Haidar muncul, Haidar selalu mencari informasi mengenai Azizah kepada Aisyah. Hingga pada suatu malam Haidar memutuskan untuk menghubungi Azizah melalui ponselnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.