Saktinya Formasi 4-2-3-1 Pioli dan 2 Regista Kunci Rossoneri

oleh -14 views
Link Banner

Porostimur.com – Milan: Kiprah AC Milan di kompetisi Serie A Liga Italia di pekan kesepuluh berhasil menorehkan catatan impresifnya dengan meraih sembilan kali kemenangan, sekali hasil imbang dan tanpa kekalahan alias unbeaten.

AC Milan di bawah besutan Stefano Pioli kini tengah dalam tren ciamik, pekan ke-10 Liga Italia mereka berhasil meraih posisi puncak menggeser Napoli dengan raihan 28 poin.

Terbaru, AC Milan berhasil menundukkan Torino di San Siro lewat skor 1-0 pada Rabu 27 Oktober 2021 dini hari tadi.

Rossoneri, julukan AC Milan, terus memperlihatkan konsistensinya di Serie A Liga Italia dan belum merasakan kekalahan sekalipun.

Performa ciamik inipun memantik berbagai pujian dan sorotan terkait kiprah racikan Stefano Pioli mengarsiteki starting XI AC Milan.

Peran kunci lini tengah menjadi jaminan stabilnya permainan AC Milan yang selalu menurunkan formasi 4-2-3-1 yang diarsiteki Stefano Pioli.

Jika ditelisik lebih dalam, formasi AC Milan yang memiliki regista atau pemain lini tengah tangguh menjadi kunci ‘orkestra’ Rossoneri.  

Dua nama pemain AC Milan di lini tengah yang paling menonjol adalah duet Sandro Tonali dan Ismael Bennacer.

Keduanya menjadi kekuatan aktor di balik ciamiknya permainan AC Milan, baik ketika menyerang maupun bertahan.

Mereka berdua bahu membahu menjadi tumpuan di lini tengah Rossoneri, baik saat dipasangkan, ataupun bermain bergantian mengawal lini tengah AC Milan. Keduanya selalu mampu menampilkan permainan yang mengesankan.

Banyak yang menyebut Tonali merupakan titisan Andrea Pirlo, dari posisi, cara bermain dan gaya rambutnya yang memang 11 12 dengan Pirlo.

Nyatanya, kemiripan tersebut bukan sekedar omongan belaka, dari segi kemampuan, Tonali punya kans untuk menjadi salah satu gelandang komplet yang dimiliki Milan.

Visi bermainnya sangat baik, ia juga memiliki kemampuan passing dan dribel yang mumpuni.

Baca Juga  Ayo... Nikmati Kopi Wamena di Festival Lembah Baliem 2019

Kemampuan passing dan dribel Tonali membuat aliran bola di lini tengah menjadi lebih encer.

Tonali dapat membantu Milan keluar dari pressing lawan ketika menerima bola di kedalaman.

Sejauh ini, Tonali sebagai gelandang memiliki akurasi passing yang apik, yakni ada di angka 82,4 persen.

Tak cuma itu, progresi umpan lambungnya juga mentereng yaitu di angka 14.78, ia hanya kalah dari gelandang AS Roma, Bryan Crstante.

Tonali pun sering diandalkan Milan untuk menjadi eksekutor bola mati utama, satu gol dari tendangan bebas ia cetak saat Milan menumbangkan Cagliari di giornata kedua Liga Italia.

Gelandang pinjaman AC Milan, Sandro Tonali, disebut selangkah lagi pindah permanen ke AC Milan.
Gelandang pinjaman AC Milan, Sandro Tonali, disebut selangkah lagi pindah permanen ke AC Milan. (TWITTER @ACMILAN)

Kemampuan bertahan dan etos kerja Tonali juga sepantasnya mendapatkan pujian, ia menjadi penghalau serangan lawan dari lini tengah. Pioli yang sering bermain pragmatis bagi mengandalkan kinerga gelandangnya dalam urusan bertahan.

Catatan pressures Tonali berada di angka 19.93 per pertandingan, sedangkan catatan blocks eks pemain Brescia ini berada di angka 2.03 per pertandingan.

Tonali begitu ngotot dalam bermain, ia tak pernah berhenti berlari untuk mengalirkan bola dari tengah, sang pemain juga tak lupa akan tugasnya membantu Milan dalam bertahan.

“Jika bisa memiliki kemampuan para legenda, aku akan jadi pemain yang sempurna. Kupikir aku punya kesamaan dengan Pirlo,”

“Namun, aku pun selalu ngotot dalam bermain. Jadi, aku juga punya sedikit Gattuso dalam diriku,” kata Tonali dilansir Football Italia.

Baca Juga  Amnesty International: Bebaskan Simon Viktor Taihitu dan Seluruh Tahanan Nurani Maluku

Pioli memang pantas sumringah, kedalaman skuat Milan di lini tengah tak perlu diragukan lagi, ia juga memiliki satu regista handal untuk mendongkrak efisiensi skema yang diusungnya.

Ismael Bennacer adalah jawaban saat Milan membutuhkan keseimbangan dan kreatifitas permainan. Pemain berdarah Aljazair tersebut memiliki karakter permainan ofensif dan apik dalam hal mengatur tempo serangan.

Bennacer di Milan bermain sebagai penghubung antara lini tengah dan depan, ia kerap turun menjemput bola kemudian melakukan progresi ke depan dengan umpan-umpan pendek dan melakukan dribel untuk menerobos lini tengah lawan.

Pass completion sang pemain berada di angka 85.9% per pertandingan, kemampuan dribelnya juga mengesankan, dribbles completed pemain berusia 24 tahun tersebut berada di angka 2.04 per pertandingannya.

Dengan atribut semegah itu membuat Bennacer bermain begitu ofensif, ia juga sering dimainkan Pioli untuk menjadi playmaker yang mendongkrak lini depan Milan saat mengalami kebuntuan.

Contohnya adalah saat AC Milan bertemu Bologna pada giornata kesembilan, saat skor imbang 2-2, Pioli mendorong Bennacer untuk bermain lebih ke depan untuk berada di belakang Ibrahimovic.

Gelandang AC Milan Aljazair Ismael Bennacer (tengah) merayakan dengan rekan setimnya setelah mencetak gol selama pertandingan sepak bola Serie A Italia antara Bologna dan AC Milan di stadion Renato-Dall'Ara di Bologna pada 23 Oktober 2021. Marco BERTORELLO / AFP
Gelandang AC Milan Aljazair Ismael Bennacer (tengah) merayakan dengan rekan setimnya setelah mencetak gol selama pertandingan sepak bola Serie A Italia antara Bologna dan AC Milan di stadion Renato-Dall’Ara di Bologna pada 23 Oktober 2021. Marco BERTORELLO / AFP (Marco BERTORELLO / AFP)

Dan benar saja, melakukan dribel dari tengah hingga ke sepertiga akhir, Bennacer dengan pintar memberi umpan matang kepada Ibrahimovic yang membuka ruang di depan kotak penalti, dengan dingin, striker berusia 40 tahun tersebut mengonversi umpan Bennacer untuk membawa Rossoneri unggul.

Tak hanya menyumbang assist, pemain yang menimba ilmu bersama akademi Arsenal tersebut juga sukses mencetak gol lewat tendangan spektakuler dari luar kotak 16.

Baca Juga  Polda Maluku Latih Pengamanan Kontingensi Penanganan Corona

Bahkan, kehebatan Bennacer juga pernah mendapatkan pujian dari Cristiano Ronaldo saat keduanya masih bermain untuk Empoli dan Juventus.

“Saya sangat kagum dengan pemain Empoli yang bernomor punggung 10 (Bennacer), dia bisa menjadi seorang pemenang di masa depan,” kata kapten Timnas Portugal tersebut dilansir Football Italia.

Apa yang dilontarkan Ronaldo dua tahun lalu pun perlahan mampu dibuktikan Bennacer, mentalitas bertandingan dan kontribusinya untuk AC Milan terus memberikan hasil positif untuk Rossoneri.

Ya, Ismael Bennacer dan Sandro Tonali adalah dua regista yang menjadi kunci gemilangnya performa Milan di musim ini.

Dalam skema 4-2-3-1 yang dipakai Pioli, Bennacer dan Tonali saling terhubung, lewat kemampuan bertahan dan menyerang yang baik dari keduanya, membuat Pioli mampu melakukan transisi bertahan ke menyerang dengan baik. 

Tak hanya itu, pergerakan dan penempatan posisi Bennacer dan Tonali membuat Rossoneri memiliki banyak opsi saat membangun serangan dari belakang.

Keduanya dapat membuka jalur umpan dan memudahkan para pemain bertahan Milan untuk melakukan passing dari kaki ke kaki.

Bennacer dan Tonali juga mampu membuat serangan Milan lebih bervariasi dan agresif. Keduanya memiliki visi bermain dan dribel yang mumpuni untuk merusak sistem pertahanan lawan.

Scudetto nampaknya tak menjadi hal yang sulit untuk mampu diraih Milan musim ini, efisiensi serta konsistensi dari keduanya begitu mendongkrak penampilan Rossoneri di Liga Italia.

(red/tribunnews.com/deivor)

No More Posts Available.

No more pages to load.