Salah Kelamin, Salah Kostum

oleh -10 Dilihat

Sangat serius. Sungguh sangat serius. Pakaian-pakaian adat diseremonikan, namun masyarakat adat pemiliknya dipinggirkan. Tanah-tanah mereka dirampas karena dibawahnya ada mineral. Jika tidak, tanah-tanah mereka dijadikan perkebunan-perkebunan.

Ribuan alat berat datang ke Merauke untuk mencetak satu juta hektar sawah. Apakah tanah-tanah itu tidak bertuan? Dalam mata negara, itu semua punya negara. Dan, negara pula yang berhak memberikannya kepada siapa saja.

Sama seperti pakaian adat Papua ini. Pakaiannya dipakai untuk acara resmi kenegaraan. Namun manusianya? Saya kira, dalam nasionalisme dangkal si anak yang memakai pakaian ini, dialah orang Papua.

Dia bahkan tidak mau susah payah bertanya mencari tahu, apa itu Papua? Apa pakaian yang biasa dikenakan oleh orang Papua? Saya kira, yang dia lihat hanya brosur-brosur turis.

Dan terjadilah hal yang aneh ini.

Baca Juga  Bapas Ambon Perkuat Sinergi PN Masohi dan Kejari Malteng

Kita mungkin bisa tertawa sejenak. Namun, perlu juga diingat bahwa puluhan anak-anak muda Papua ditangkap hanya karena ingin mengingat New York Agreement 1962. Jutaan hektar tanah-tanah mereka dirampas, kekayaan alam mereka dikeruk, sementara mereka mati kelaparan dan sakit di atas kekayaan tanah mereka. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.