Sangihe Hidupkan Kembali Tradisi Bahari “Seke-Maneke”

oleh -47 views
Masyarakat Kabupaten Kepulauan Sangihe kembali menghidupkan tradisi bahari Seke-Maneke. (Beritasatu.com/Jaya Takaliuang Bawole)

Porostimur.com, Sangihe – Di tengah kekhawatiran akan punahnya warisan budaya lokal, masyarakat Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, kembali menghidupkan tradisi bahari Seke-Maneke, sebuah cara penangkapan ikan tradisional yang sarat nilai gotong royong dan pelestarian lingkungan.

Tradisi Seke-Maneke merupakan metode menangkap ikan tanpa jala yang menggunakan alat sederhana dari bahan alami, seperti bulutui, kayu nibong, rotan, dan daun kelapa. Ramah lingkungan dan penuh filosofi, tradisi ini akan digelar kembali pada 10–12 Juni 2025 di Pantai Para Lelle, Kecamatan Tatoareng, salah satu pantai eksotis di ujung utara Nusantara.

Mengangkat tema “At the northern edge of the archipelago, Sangihe calls to the soul with living traditions and seas full of wonder” atau “Di ujung utara kepulauan, Sangihe memanggil jiwa dengan tradisi yang hidup dan lautan yang penuh keajaiban”, pelaksanaan Seke-Maneke tahun ini menjadi momentum penting dalam mempromosikan kekayaan budaya lokal ke panggung nasional dan internasional.

Baca Juga  Kasat Lantas Tegaskan Penetapan Tersangka Laka Lantas Ohoitel Sesuai Prosedur

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sonny Kapal mengatakan pelestarian tradisi ini sangat penting untuk menjaga jati diri daerah sekaligus mendukung sektor pariwisata.