“Marilah kita semua, warga masyarakat Kabupaten Kepulauan Sangihe, bersama-sama menyukseskan tradisi Seke-Maneke. Kegiatan ini bukan sekadar perayaan tahunan, tetapi juga wujud penghargaan kita terhadap alam indah Sangihe,” ujar Sonny Kapal, Jumat (30/5/2025).
Tradisi ini sebelumnya sempat tidak dilaksanakan selama beberapa waktu. Kini, masyarakat berharap Seke-Maneke bisa menjadi daya tarik wisata budaya baru yang mampu meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian alam serta berdampak langsung pada perekonomian desa.
Kampung Para Lelle menjadi pusat kegiatan ini dan menjadi simbol semangat kebersamaan masyarakat Sangihe dalam merawat warisan leluhur. Tradisi Seke-Maneke, yang hanya dijumpai di Sangihe dan Talaud, kini memiliki peluang besar untuk dikenalkan kepada generasi muda dan wisatawan mancanegara.
(red/beritasatu)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News




