Satu Cuitan Trump Soal Tarif Impor Produk China Bikin Pasar Saham dan Minyak Dilanda Tsunami

oleh -63 views
Link Banner

[carousel_slide id=’11594′]

@porostimur.com | Washington DC: Donald Trump boleh jadi adalah netizen paling berpengaruh di dunia, sebab hanya dengan satu cuitannya pasar saham Dan harga minyak dunia dilanda tsunami. Ciutan Trump ibarat sebuah bom yang dijatuhkan di tengah laut.

Meskipun tidak biasa seorang kepala negara membuat keputusan melalui media sosial, tetapi Donald Trump sangat sering melakukannya.

Sebagian cuitan Donald Trump itu bahasanya kadang-kadang kasar dan seperti tak dipikirkan dengan matang.

Lihat saja cuitannya beberapa waktu lalu saat menyerang empat anggota senat wanita dari Partai Demokrat yang menimbulkan konfrontasi karena dituduh rasis.

Beberapa waktu lalu, Trump juga membuat pengumuman akan menerapkan tarif untuk baja asal Turki yang membuat mata uang lira langsung terjun bebas hingga 17 persen.

Kini, Donald Trump kembali membuat cuitan mengagetkan, bahkan lebih deras lagi, ketika mengumumkan akan menerapkan tarif kedua bagi produk China senilai US$ 300 miliar.

Cuitan Trump itu langsung menimbulkan tsunami di seluruh dunia karena terkesan tiba-tiba dan sama sekali jauh dari optimisme pertemuan delegasi kedua negara di Shanghai, akhir Juli lalu.

Baca Juga  Kawasan Pelabuhan Yos Sudarso dan Sejumlah Lokasi Kembali Disemprot Cairan Disinfektan

Dalam pertemuan itu, China sepakat untuk mengimpor produk pertanian AS meskipun belum merinci jenisnya karena mereka harus menyusun daftar terlebih dahulu.

Namun, Trump justru menyatakan bahwa Beijing tidak melakukan (impor) tersebut, padahal kedua negara kembali akan bertamu awal September nanti.

Pernyataan Trump langsung membuat bursa saham di seluruh dunia terguncang.

Mengutip CNN sebagaimana dilansir detik.com dan tribunbatam.com, data terbaru pembukaan saham Amerika Serikat di New York, Jumat pagi atau Jumat malam WIB, Wall Street memerah.

– S&P 500 (^GSPC): -0.34%, atau 9.94 poin

Baca Juga  Video... Gempa Magnitudo 7.2 Guncang Labuha, Warga Panik dan Mengungsi

– Dow (^DJI): – 0.24%, atau 64.18 poin

– Nasdaq (^IXIC): – 0.68%, atau 52.98 poin

Treasury yield 10 tahun (^TNX): -1.4 bps atau 1.878%

Dolar AS: -0.05% ke 98.32

Sebelumnya, dilansir Kontan.co.id, bursa Asia tak berkutik pada transaksi akhir pekan ini.

Aksi jual yang berlangsung sejak pagi, masih berlangsung hingga transaksi siang.

Data Bloomberg menunjukkan, tak ada satu pun indeks acuan di kawasan regional yang menghijau. Bahkan bursa Jepang tampak mengalami tekanan paling dalam. 

Berikut rinciannya:

– Indeks Nikkei 225 Stock Average Jepang anjlok 2,64%

– Indeks Hang Seng Hongkong merosot 2,37%

– Indeks S&P/ASX 200 Australia turun 0,37%

– Indeks Kospi Korea Selatan turun 0,75%

– Indeks Taiex Taiwan turun 1,63%

– Indeks FTSE/BM Malaysia turun 0,67%

– Indeks FTSE/ST Singapura turun 0,73%

Memerahnya bursa Asia menyusul aksi jual yang melanda bursa AS.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, pada penutupan pasar kemarin malam, indeks Dow Jones Industrial Average ditutup melemah 280,85 poin atau 1,08% ke level 26.583,42. 

Baca Juga  Lantamal IX Ambon Komitmen Bebas Rokok

Penurunan juga dialami indeks S&P 500 yang turun 26,82 poin atau 0,90% ke 2.953,56 dan Nasdaq Composite turun 64,30 poin atau 0,79% ke 8.111,12.

Dari 11 sektor utama di S&P 500, delapan sektor ditutup negatif, di mana sektor keuangan, energi dan industri sensitif membukukan penurunan terbesar.

Tidak hanya pasar saham, harga minyak dunia langsung turun 8 persen.

Memerahnya pasar saham ini dipicu oleh pernyataan Presiden AS Donald Trump yang semakin memanaskan ketegangan perang dagang antara AS vs China. 

“Tidak jelas apa yang menyebabkan Trump semakin memperuncing ketegangan perang dagang. Sepertinya Trump berhasil membuat ekonomi global cemas dan berharap China akan tunduk pada tekanan dan menjalankan permintaan AS,” jelas Tapas Strickland, ekonom National Australia Bank seperti yang dikutip dari CNBC. 

Sentimen negatif lain juga datang dari Jepang. Kabinet Jepang pada hari ini menyetujui untuk mendepak Korea Selatan dari ‘daftar putih’ negara-negara yang menikmati keistimewaan perdagangan dengan Tokyo. 

Kebijakan ini diambil setelah pada bulan lalu Jepang memperketat larangan ekspor untuk tiga bahan baku penting bagi Korsel yang banyak digunakan oleh perusahaan raksasa teknologi untuk membuat memory chip dan display panels. (red/dtc/tb)