Mungkin lebih stres lagi atau extra repot adalah petugas lapangan yang harus menjalankan aturan kebijakan larangan pulang kampung eh larangan mudik, maksud saya. Yang mudik akan “berbohong” bilang pulang kampung.
Semua diskusi diatas hanyalah urusan manusia untuk mencegah penyebaran virus corona, yang umumnya dari kota kota besar ke daerah atau desa.
Sayangnya virusnya sendiri tidak mampu membedakan mana orang yang mudik, mana yang pulang kampung. Mana yang pintar mana yang bodoh; mana yang bohong mana yang jujur, mana yang kaya mana yang miskin, mana yang pangkat mana yang rakyat jelata.
Pokoknya virus menghajar siapa saja. Dasar virus!
Jadi akankah efektif pembedaan mudik dan pulang kampung dalam penyebaran virus?
Tentu saja tidak. Dan de facto sudah banyak yang mudik eh pulang kampung. Kini menjadi tugas Daerah mengantisipasi pemulang kampung dan kelak tugas kota kota besar khususnya DKI menerima arus balik pemudik eh pemulang kampung itu.
Wah ribet tenan.
Sumber: law-justice.co




