Sebuah Meteor Bernama Tulus

oleh -201 views

Tulus sejak awal selalu berhasil mematahkan kelaziman formula lirik dengan tema-tema serupa yang biasanya diisi dengan diksi penuh kesedihan dan keputusasaan. Ia memberi cara pandang baru tentang pentingnya musik menyalurkan positivitas dan menularkan kecerdasan puitik. Ini memang bukan formula yang sama sekali baru. Sebelumnya kita mengenal lagu-lagu karya Dewi Lestari, Pusakata, dan beberapa komponis sekaligus penulis lirik sastrawi semisal Iwan Fals dan Ebiet G. Ade. Tetapi bagi saya, dengan basis penggemar yang kebanyakan berusia sangat muda, Tulus adalah sosok yang layak diapresiasi dalam soal mengedukasi khalayak, baik dalam soal produksi musik dan lirik untuk kepentingan pasar. Pada sisi yang lain, Tulus mampu mencitrakan dirinya sebagai pola anutan dalam membentuk karakter kesenimanan kontemporer. Ia adalah contoh nyata seniman yang kritis dengan cara yang sopan, edukatif, optimistis, serta, yang paling penting, bersih dari sensasi dan gimmick.

Baca Juga  Trump Kembali Serang Media AS soal Pemberitaan Iran

Pada akhirnya, para seniman muda memang membutuhkan orang-orang seperti Tulus agar bisa merasakan dan mengalami daya hentak lirik lagu sebagai manifestasi suatu dimensi kecerdasan berbahasa. Di tengah-tengah preseden minor tentang sastra populer yang pragmatis, lagu-lagu Tulus adalah eksistensi yang menukik ke dalam jiwa. Beragam kritik dan skeptisisme terhadap industri hiburan yang kapitalistik yang menurut sebagian besar orang tidak banyak memberikan ruang bagi kedalaman berpikir dan ragam kompetensi kritis menjadikan fenomena kesenimanan Tulus ini sebagai suatu pengecualian yang manis. Mereka adalah benteng perlawanan terhadap dominasi kapitalisme dengan cara menjadi bagian darinya dan menawarkan sesuatu hal yang tadinya tidak secara leluasa diberi ruang. Latar belakang pendidikan Tulus sebagai arsitek menjadi pelajaran penting bahwa kecakapan sastrawi bisa jadi adalah milik siapa saja. Hal itu tersublimasi melalui kecerdasan berbahasa yang dilatih dan, tentu saja, dikembangkannya secara sungguh-sungguh.

No More Posts Available.

No more pages to load.