Sebuah Meteor Bernama Tulus

oleh -365 views

Tulus memang bak meteor sejak awal kemunculannya. Ia memang bukan tipe penyanyi pop dengan daya tarik fisik seperti Afghansyah Reza atau dengan teknik vokal di atas rata-rata seperti Judika atau Sammy Simorangkir sebagai jebolan ajang pencarian bakat. Tulus mengandalkan kesederhanaan yang membungkus kecerdasan puitik dan keandalan musikal yang otentik. Kesederhanaan yang sama disajikan dengan gaya bernyanyi yang natural serta tidak mengeksplorasi improvisasi yang tidak perlu. Teknik falsetto-nya sangat baik. Ia mampu menyajikan tukikan-tukikan nada yang berubah cepat dalam interval pendek maupun yang panjang dengan peralihan register vokal yang cukup sempurna. Penikmat musiknya yang memiliki kemampuan bernyanyi tentu bisa merasakan bahwa lagu-lagu Tulus tidak mudah untuk dinyanyikan meski terdengar sederhana.

Baca Juga  Londo Ireng

Pada beberapa kesempatan, Tulus sering menyatakan bahwa ia berkolaborasi dengan banyak talenta. Namun saya hakul yakin bahwa dirinya sendiri adalah magma di balik persenyawaan lagu-lagu dengan melodi yang cepat akrab dan lirik yang sungguh memesona. Lihatlah cara ia menarasikan akhir cerita cinta dengan menggunakan frasa idiomatis ‘hati-hati di jalan’ sembari mengolahnya dalam suasana lirik yang amat optimistis:
Perjalanan membawamu
Bertemu denganku, ku bertemu kamu
Sepertimu yang kucari
Konon, aku juga s’perti yang kaucari
Kukira kita asam dan garam
Dan kita bertemu di belanga
Kisah yang ternyata tak seindah itu
Kukira kita akan bersama
Begitu banyak yang sama
Latarmu dan latarku
Kukira takkan ada kendala
Kukira ini ‘kan mudah
Kau, aku jadi kita…. (Hati-Hati di Jalan – Tulus, 2022)
Keindahan lainnya ia sajikan dalam Nala. Nala adalah nama subjek dalam narasi yang tentu dipilihnya tidak tanpa tujuan. Kata nala memiliki makna leksikal yang berhubungan dengan ‘pikiran’. Dalam lirik lagu ini, Tulus seperti sedang memberi ruang refleksi terhadap sifat introvert yang sering memberangus kebeningan pikiran manusia lalu dengan piawai menyelipkan resolusi di bagian akhir:
Lama Nala merasa sulit disuka
Bagi Nala, malam ini istimewa
Sedih dia kembali masuk kamarnya
Tentang Nala dan kemurungan hatinya
Lalu Nala mengirim singkat sebuah pesan kepadanya
Nala bertanya, “Kapan ada waktu lain lagi?” (Nala – Tulus, 2022)

No More Posts Available.

No more pages to load.