Sedang Tayang di Bioskop Kota Ambon, Ini Fakta Menarik Film Cruella

oleh -35 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Cruella menjadi salah satu film yang paling ditunggu-tunggu para penggemar Disney pada tahun ini.

Film tentang asal-usul Cruella de Vil ini kini sedang tayang di bioskop Kota Ambon.

Tokoh villain dari 101 Dalmatians itu sebelumnya memiliki nama Estella (Emma Stone), yang memiliki bakat di dunia fesyen.

Di dunia mode London, Estella berhasil menarik perhatian Baroness von Hellman (Emma Thompson).

Namun, mimpinya sebagai perancang busana terkenal menjadi obsesi jahat yang ambisius.

Pada tahun 2014 silam, Disney mencoba untuk sedikit bereksperimen terhadap produk layar lebar mereka. Alih-alih menggunakan kacamata si karakter tituler untuk interpretasi anyar terhadap dongeng klasik Sleeping Beauty, mereka justru menempatkan si karakter villain di poros utama pengisahan.

Penonton disodori premis menggiurkan berbunyi, “apa yang sebenarnya membuat villain seperti Maleficent begitu kejam sampai tega melukai seorang manusia berhati lembut seperti Aurora?,” yang tentu saja sulit untuk ditolak. Kini, Disney coba mengulangi eksperimen tersebut dalam film Cruella.

Cruella sendiri adalah tokoh antagonis ikonik dari film 101 Dalmatians dan 102 Dalmatians. Ia menjadi ikonik dengan gayanya yang mewah dan berkelas dengan rambut berwarna setengah hitam dan setengah putih.

Memiliki nama lengkap Cruella de Vil, ia begitu menggilai dunia mode dan sangat terobsesi dengan warna kulit anjing berjenis Dalmatian. Lantas, apa yang menjadi penyebab dirinya memiliki sifat jahat?

Baca Juga  Benny Susetyo: ASN Benteng Dalam Penanaman Nilai Pancasila

Berlatar kota London di tahun 1980-an. Di kota tersebut, tinggallah seorang anak perempuan bernama Estella (Tipper Seifert-Cleveland). Estella sendiri adalah bocah perempuan yang cerdas dan suka memberontak. Ada salah satu ciri khas dari Estella yakni rambutnya yang memiliki dua warna, setengah hitam dan setengah putih. Sejak kecil, ia memiliki impian menjadi seorang desainer ternama.

Namun impian tersebut sirna karena insiden masa kecilnya yang cukup memilukan. Sejak usia dua belas tahun, Estella harus hidup sebagai pencuri bersama dua rekan kriminalnya yang bernama Horace (Paul Walter Hauser) dan Jasper (Joel Fry). Hingga suatu ketika, jalan untuk menjadi seorang desainer mulai terbuka. Estella (kini diperankan oleh Emma Stone) diterima menjadi karyawan di rumah mode ternama milik desainer bertangan dingin, Nyonya Baroness (Emma Thompson).

Di sini kemampuan Estella dalam mendesain baju semakin mendapatkan pengakuan dari Nyonya Baroness. Bahkan dirinya menjadi tangan kanan dari Nyonya Baroness. Namun semua itu berubah setelah terjadi insiden yang melibatkan Nyonya Baroness dan sebuah liontin bermata merah yang merupakan warisan dari mendiang ibunda Estella. Estella pun berubah menjadi sosok berhati dingin dan tidak kenal ampun yang kini dikenal dengan nama Cruella.

Lebih dari sekadar inovasi untuk menyematkan character twist seperti apa yang dilakukan banyak re-imagining franchise akhir-akhir ini, Craig Gillespie selaku sutradara memilih jalan yang kita lihat dalam produk-produk reboot franchise terkenal ala Star Trek, Robin Hood atau bahkan James Bond.

Baca Juga  3 Tim yang Terdegradasi Dari Liga Italia Serie A

Di sini, Craig coba mengeksplorasi latarnya kembali dari awal yang tak pernah kita dengar atau lihat dalam versi manapun dari franchise Dalmatians dan menciptakan sedikit simpati terhadap villain legendaris ini. Craig pun menjadi leluasa menciptakan motif yang kuat untuk sosok barunya ini.

Hasil akhirnya bukan saja jadi unik, tapi ada satu hal terpenting yang tak membuatnya terpeleset ke banyak kisah re-imagining lain termasuk produk dari Disney sendiri. Meski tak sepenuhnya sempurna, di saat usaha-usaha character twist film-film lain di genre yang sama menyampingkan wujud asli source mereka dalam pendekatan genre baru yang lebih mengarah ke dewasa, depresif serta suram, film ini tetap menyimpan respek penuh untuk menghadirkan sosok Cruella sebagai sebuah family character. Penekanan sosok jahat Cruella sama sekali tidak berpotensi membuat penonton belianya ketakutan. Eksplorasi love and revenge-nya juga tak sekalipun menghilangkan sisi fun yang bisa dinikmati semua orang.

Sisanya, tentulah soal penampilan cemerlang Emma Stone. Bagaikan jadi showcase-nya yang sangat personal, Emma memang memainkan karakter Cruella dengan enchanting factor luar biasa. Menyapu bersih semua perhatian hanya ke sosoknya, hingga mampu menenggelamkan nama terkenal seperti Emma Thompson sekalipun. Cruella seolah benar-benar berpegang pada penampilan Emma Stone seorang, and in a good ways, ini termasuk hal yang jarang bisa kita dapatkan di banyak film.

Baca Juga  Legislator PBB Minta Pemprov Maluku Utara Tegas Tangkal Covid-19

Kalaupun masih ada yang perlu diberikan credit, tentunya departemen make-up dan costume design yang mampu menyulap Emma sebagai sosok Cruella seutuhnya. Tak dapat dipungkiri bahwa fashionista di luar sana pasti akan terhibur dengan penglihatan lebih mendalam ke bagaimana fashion dan mode bekerja dalam film ini.

So yes, lagi-lagi tak usah heran dengan mixed reviews yang akan muncul nantinya. Inovasi yang Disney hadirkan dalam re-imagining Cruella ini memang nyaris terdengar seperti lelucon karena dianggap tidak perlu dihadirkan. Walau akan tetap mengakui performa Emma Stone, beberapa orang mungkin masih belum dapat move on dari karakter Cruella terdahulu yang dibawakan oleh Glenn Close.

Tapi sobat nonton tak perlu khawatir. Pasalnya, film ini tetap memiliki deep soul exploration yang membuat family vibes-nya tetap muncul dengan begitu solid. Yes it might be a joke, but a pretty charming joke, with more sympathy for the devil.

Bagi para penggemar film yang penasaran dengan jalan cerita Cruella, filmnya sedang di bioskop Kota Ambon. Tontonlah!

(red)

No More Posts Available.

No more pages to load.