Sedih Dengan Unggahan Umat di Sosmed, Wakil Uskup Kei Kecil Ajak Tinggalkan Iri dan Dengki

oleh -48 views
Link Banner

Porostimur.com – Langgur: Teloransi umat beragama yang ditujukkan warga di Pastoran Rumat, Ohoi Ngurful diharapkan menjadi contoh bagi komunitas umat di Maluku Tenggara.

Pernyataan ini disampaikan langsung Pastor Eko Reyaan, Pr yang juga Wakil Uskup Kei Kecil dalam Rapat Kerja Paroki (Ranpar) Rumat pada, Sabtu (23/10/2021).

Pastor Eko Renyaan menuturkan, dirinya mendapat kiriman watshap dari berbagai pihak, termasuk politisi yang enggan disebutkan namanya, terkait unggahan umat, khususnya umat Katolik di beranda facebook akhir-akhir ini yang mengkritisi adanya bantuan sarana Ibadah yang dilakukan oleh Bupati Maluku Tenggara, M. Thaher Hanubun.

Dengan tegas, Pastor Renyaan meminta berbagai pihak baik itu politisi, aktivis maupun warga masyarakat agar hendaknya menanggalkan sifat iri dan dendam seperti itu.

“Apa gunanya pada setiap tempat kita selalu membanggakan diri dengan mengatakan, “saya anak adat” namun dalam pelaksanaannya tidak seperti yang dibangga-banggakan itu. Filosofi ini harus dapat ditunjukkan seperti saat ini, yang terjadi pada umat Paroki Rumat, yang duduk bersama-sama dengan umat yang beragama lain, itu baru dibilang anak adat,” ujar Pastor Renyaan.

Baca Juga  Kantongi Izin, CV Azzahra Karya, Akan Beroperasi di Kawasan Hutan Desa Wailoba

“Sepenggal kalimat dalam filosofi “Ain Ni Ain, “Manut Ain Mehe Ni Tilur, Fuut Ain Mehe Ni Tilur, ini harusnya menyadarkan kita. Harusnya ini perlu ditanamkan, karena saya juga anak Kei,” sambungnya.

Pada kesempatan itu, Wakil Uskup Kei Kecil ini mengajak seluruh komponen masyarakat agar bersama-sama membangun Nuhu Evav agar lebih baik lagi kedepannya.

Pastor Renyaan juga menyampaikan terimakasih kepada Bupati Maluku Tenggara, serta Anggota DPRD Malra yang meluangkan waktunya bersama-sama menghadiri Rakpar di Rumat.

Dirinya juga menuturkan pengalaman seorang pastor yang heran dengan gaya Bupati Malra M. Thaher Hanubun, yang hadir dalam setiap event keagaman umat Katolik, padahal di kampungnya di Maumeri Nusa Tenggara Timur, Bupatinya orang Katolik bahkan mayoritas penduduknya juga Katolik, akan tetapi bupatinya tidak pernah menghadiri kegiatan seperti ini, ungkapnya.

Baca Juga  1 tersangka penganiayaan di Momokeng berhasil diringkus di Masohi

Untuk itu kata Wauskup, apa yang ditunjukkan oleh Bupati Malra M. Thaher Hanubun pada Rakepar Rumat hari ini menunjukan bahwa cinta itu lebih besar dan mampu menembus perbedaan.

“Mungkin apa yang saya sampaikan ini dianggap pencitraan oleh para jurnalis, saya menantang saudara-saudara untuk ketemu dengan saya, jangan hanya berani di medsos saja,” tegasnya.

Kembali dengan tegas, Wauskup menantang sipapun jika merasa ungkapan yang disampaikannya. “Jika da pihak yang merasa tidak puas, saya menunggu tantangan untuk ketemu, kapan dan dimana saja,” pungkasnya. (saad)

No More Posts Available.

No more pages to load.