Dituduh Lakukan Pemerasan, Dirkrimum Polda Maluku Sebut itu Fitnah

oleh -150 views
Link Banner

Porostimur.com – Ambon: Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Maluku Kombes Sih Harno akhirnya buka suara perihal dugaan dirinya melakukan pemerasan terhadap seorang pengusaha asal Jawa Timur (Jatim) berinisial AY sebagaimana dituduhkan oleh istri AY bernama Gabriela.

Disitat dari merdeka.com, Sih Harno menyebut apa yang dituduhkan kepada dirinya itu, adalah fitnah.

“(Dituduh melakukan pemerasan) itu fitnah,” tegas Harno, Sabtu (23/10/2021).

Kendati demikian, katanya, ia akan mengikuti proses hukumnya sebagai warga negara yang baik dan taat pada peraturan.

“Kita hidup di negara yang berdasarkan hukum, biarlah proses hukum berjalan dengan normal. Kita sebagai warga negara sebaiknya patuh dan taat kepada hukum,” katanya.

Baca Juga  Film tentang Pemberontakan Bako Haram Dikirim ke Oscar

Sebelumnya, Divisi Propam Polri telah memeriksa Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Maluku Kombes Sih Harno karena diduga melakukan pemerasan terhadap seorang pengusaha asal Jawa Timur (Jatim) berinisial AY. Hal ini disampaikan oleh Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo.

Paksa Razia HP, Polisi Ambarita Diperiksa Propam Polda Metro – merdeka

“Dir Krimum Polda Maluku sudah diperiksa oleh Biro Paminal Divisi Propam Polri,” ujarnya seperti dikutip dari merdeka.com, Sabtu (23/10/2021).

Sambo menyebutkan, hingga kini belum diketahui hasil dari pemeriksaan tersebut. Pasalnya, Biro Pertanggungjawaban Profesi (Wabprof) masih bekerja dalam menangani kasus ini dan tengah melaksanakan audit investigasi.

“Sekarang sedang dilaksanakan audit investigasi oleh Biro Wabprof terkait kasus tersebut,” katanya.

Baca Juga  Rayakan Maulid Nabi, Warga Dusun Uhe Minta Dijauhkan dari Bencana

Lebih lanjut ia menyampaikan, Kombes Sih Harno bakal disidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP). Sidang akan dilangsungkan setelah audit investigasi selesai.

“Setelah audit investigasi selesai, yang bersangkutan segera disidangkan KKEP di Propam Mabes Polri,” kata Sambo. 

(red/mdk)