Sejarah Istanbul, Byzantium, dan Konstantinopel: Kota di Dua Benua

oleh -605 views

Pada 1839, Sultan Abdulmecid I mengeluarkan piagam yang menjamin semua rakyatnya, apa pun agama, keamanan hidup, dan kekayaan mereka.

Bagian akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 ditandai dengan pengenalan berbagai layanan publik, seperti jalur kereta api pada awal 1870-an.

Era modern

Sisa-sisa benteng Konstantinopel yang masih berdiri sampai sekarang.
Sisa-sisa benteng Konstantinopel yang masih berdiri sampai sekarang.(SHUTTERSTOCK/ALP AKSOY)

Pada kuartal pertama abad ke-20 terjadi berbagai gangguan yang menandai runtuhnya era Turki Utsmani dan lahirnya Turki modern.

Sepanjang Perang Dunia I, kota ini berada di bawah blokade. Setelah berakhirnya Gencatan Senjata (1918), Istanbul berada di bawah pendudukan Inggris, Perancis, dan Italia yang berlangsung hingga 1923.

Dengan kemenangan kaum Nasionalis di bawah Mustafa Kemal Ataturk, kesultanan Turki Utsmani dihapuskan. Sultan terakhirnya, Mehmed VI melarikan diri dari Istanbul.

Baca Juga  FTJ 2026 Digelar 17–20 Juni, Halmahera Barat Siapkan Ragam Atraksi Budaya hingga Hiburan Rakyat

Pada tanggal 29 Oktober 1923 Republik Turki diproklamasikan.

Setelah Perang Dunia II, populasi Istanbul meningkat secara dramatis karena migrasi penduduk desa ke kota untuk mencari pekerjaan.

(red/kompas.com)

No More Posts Available.

No more pages to load.