Karena itu, ia meminta seluruh satuan kerja menerapkan prinsip satu indikator, satu definisi, satu sumber data, dan satu alur kendali secara konsisten dalam pengelolaan kinerja.
Ia menjelaskan, seluruh dokumen perencanaan, mulai dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), Rencana Strategis (Renstra), Perjanjian Kinerja, Rencana Kerja dan Anggaran (RKA), hingga Laporan Kinerja harus saling terhubung dalam satu sistem yang terintegrasi.
“Dokumen perencanaan tersebut perlu saling terhubung agar setiap capaian unit kerja memberikan kontribusi yang jelas terhadap sasaran strategis Kementerian ATR/BPN,” katanya.
Jadi Forum Evaluasi dan Penyempurnaan Kinerja
Coaching Clinic dilaksanakan dalam tujuh sesi dengan menghadirkan Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) serta seluruh Kepala Biro di lingkungan Sekretariat Jenderal Kementerian ATR/BPN sebagai narasumber.
Materi yang disampaikan mencakup pendalaman sasaran strategis, Indikator Kinerja Utama (IKU), Indikator Kinerja Kegiatan (IKK), hingga penyelarasan cascading indikator dari tingkat kementerian, kantor wilayah, sampai kantor pertanahan di seluruh Indonesia.
Ketua penyelenggara kegiatan yang juga Kepala Biro Perencanaan dan Kerja Sama ATR/BPN Bahrun Munawir, mengatakan kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang diskusi yang konstruktif bagi seluruh peserta.









