Menurutnya, dengan adanya pengakuan yang akan diterima Desa Galala dan Negeri Hative Kecil, menjadi motivasi bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon dalam mendorong desa/negeri lainnya agar membangun masyarakat yang tangguh melalui Strategi kesadaran dan kesiapsiagaan menghadapi bencana Gempabumi dan Tsunami yang dapat terjadi kapan saja.
“BPBD agar mempersiapkan negeri-negeri, desa-desa, kelurahan-kelurahan yang lain untuk memperkuat kapasitas dan kesiapsiagaan masyarakat dalam mengenal ancaman risiko di lingkungannya, mampu mengelola informasi peringatan dini yang disediakan BMKG, memahami rambu peringatan, serta dapat melakukan evakuasi mandiri,” tandasnya.
Kaya berharap, apa yang dicapai Desa Galala dan Negeri Hative Kecil, menjadi katalis, motivasi dan inspirasi bagi negeri/desa/kelurahan lain untuk mulai mempersiapkan diri, sehingga menjadikan kota Ambon, sebagai kota tangguh dan siap menghadapi bencana Gempabumi dan Tsunami.
Di tempat yang sama, Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas I, Djati Cipto Kuncoro mengakui, bahwa provinsi Maluku khususnya wilayah Kota Ambon merupakan daerah rawan bencana gempa bumi dan Tsunami. Dengan adanya ancaman nyata maka diperlukan upaya mitigasi sebagai salah satu program prioritas pembangunan.









