Situasi memanas. Tim pelatih Senegal bahkan sempat meminta para pemainnya keluar lapangan sebagai bentuk protes. Aksi ini membuat laga tertunda lebih dari 15 menit.
Sadio Mane Redam Ketegangan
Di tengah situasi panas, Sadio Mane tampil sebagai penenang. Bintang Al Nassr itu terlihat masuk ke ruang ganti untuk membujuk rekan-rekannya kembali ke lapangan.
Akhirnya, pertandingan dilanjutkan. Brahim Diaz maju sebagai algojo penalti pada menit ke-90+23. Namun, eksekusi panenkanya terlalu pelan dan mudah dibaca oleh Edouard Mendy.
Skor tetap 0-0 hingga waktu normal berakhir.
Gol Pape Gueye Antar Senegal Juara
Memasuki babak tambahan waktu, Senegal justru tampil lebih percaya diri. Tepat pada menit ke-94, Pape Gueye mencetak gol penentu kemenangan.
Berawal dari serangan balik cepat, Gueye melewati Achraf Hakimi sebelum melepaskan tembakan keras ke pojok kiri atas gawang. Yassine Bounou tak mampu menjangkaunya.
Gol tersebut membuat Senegal unggul 1-0.
Maroko Gagal Membalas di Tengah Hujan
Babak kedua extra time berlangsung dalam kondisi hujan deras. Maroko berusaha keras mengejar ketertinggalan dengan meningkatkan intensitas serangan.
Namun, lini belakang Senegal tampil disiplin dan solid. Setiap peluang Maroko berhasil dipatahkan. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tak berubah.
Senegal Raih Gelar Kedua
Dengan kemenangan ini, Senegal resmi menjuarai Piala Afrika 2025 dengan skor 1-0. Ini menjadi gelar kedua mereka setelah sebelumnya menjadi juara pada edisi 2021.









