Serangan Israel di Lebanon Kian Brutal, UNICEF Peringatkan Nasib Anak-anak

oleh -387 views
Anak-anak berusaha melindungi diri dari debu dan asap yang mengepul dari reruntuhan akibat serangan udara Israel yang menargetkan kawasan Corniche al-Mazraa di ibu kota Beirut, Lebanon, pada 10 April 2026. (Foto: Anadolu Agency/Murat Şengül)

Porostimur.com, Beirut – Eskalasi militer yang kian brutal di Lebanon tidak hanya menghancurkan infrastruktur, tetapi juga merenggut masa depan generasi muda. UNICEF mengeluarkan peringatan keras terkait dampak serangan udara Israel yang dinilai semakin merusak dan tidak manusiawi bagi anak-anak di negeri yang dikenal sebagai “Paris di Timur Tengah” tersebut.

Mengutip laporan kantor berita WAFA, Sabtu (11/4/2026), serangan udara masif yang dilancarkan militer Israel pada Rabu (8/4/2026) menjadi catatan kelam bagi kemanusiaan. Dalam kurun waktu 24 jam saja, sedikitnya 33 anak dilaporkan tewas dan 153 lainnya mengalami luka-luka akibat gempuran tersebut.

Angka Kematian yang Mengerikan

Kematian anak-anak di Lebanon bukan lagi sekadar angka statistik, melainkan tragedi kemanusiaan yang mendalam. Sejak ketegangan memuncak pada awal Maret, total korban anak-anak—baik meninggal maupun luka-luka—telah mencapai sekitar 600 jiwa.

Baca Juga  MU Bidik Kemenangan di Old Trafford, Forest Datang dengan Modal Tangguh

Di lapangan, tim penyelamat masih terus berupaya mengevakuasi korban dari reruntuhan bangunan. Banyak anak dilaporkan masih hilang atau terpisah dari keluarga mereka di tengah situasi pengungsian yang kacau.

Trauma Mendalam dan Eksodus Besar-besaran

Selain ancaman fisik, dampak psikologis yang ditanggung anak-anak juga menjadi perhatian serius. UNICEF menyoroti trauma mendalam akibat kehilangan orang tua, rumah, serta rasa aman.

No More Posts Available.

No more pages to load.