Porostimur.com, Beirut – Eskalasi militer yang kian brutal di Lebanon tidak hanya menghancurkan infrastruktur, tetapi juga merenggut masa depan generasi muda. UNICEF mengeluarkan peringatan keras terkait dampak serangan udara Israel yang dinilai semakin merusak dan tidak manusiawi bagi anak-anak di negeri yang dikenal sebagai “Paris di Timur Tengah” tersebut.
Mengutip laporan kantor berita WAFA, Sabtu (11/4/2026), serangan udara masif yang dilancarkan militer Israel pada Rabu (8/4/2026) menjadi catatan kelam bagi kemanusiaan. Dalam kurun waktu 24 jam saja, sedikitnya 33 anak dilaporkan tewas dan 153 lainnya mengalami luka-luka akibat gempuran tersebut.
Angka Kematian yang Mengerikan
Kematian anak-anak di Lebanon bukan lagi sekadar angka statistik, melainkan tragedi kemanusiaan yang mendalam. Sejak ketegangan memuncak pada awal Maret, total korban anak-anak—baik meninggal maupun luka-luka—telah mencapai sekitar 600 jiwa.
Di lapangan, tim penyelamat masih terus berupaya mengevakuasi korban dari reruntuhan bangunan. Banyak anak dilaporkan masih hilang atau terpisah dari keluarga mereka di tengah situasi pengungsian yang kacau.
Trauma Mendalam dan Eksodus Besar-besaran
Selain ancaman fisik, dampak psikologis yang ditanggung anak-anak juga menjadi perhatian serius. UNICEF menyoroti trauma mendalam akibat kehilangan orang tua, rumah, serta rasa aman.









