Seluruh masjid mengumandangkan azan. Ayam jantan mulai berkokok di tempatnya. Sang mentari menyapa penghuni bumi melalui sinarnya. Burung-burung berkicau di batang pepohonan sambil menggoyangkan kepalanya. Bunga-bunga melakukan pergerakan yang mengikuti semilir angin. Embun pada dedaunan mulai berjatuhan ke tanah. Aktivitas manusia mulai kembali.
Aria tergesa-gesa. Saking tergesa-gesa, Aria menabrak seorang pria berbadan kekar dan tinggi. Aria mengamati dari bawah sampai atas pria tersebut. Seketika Aria kesulitan bernapas. Apakah ini sebuah mimpi? Apakah di hadapannya benar-benar Dennis? Apakah ini hanya halusinasi semata-mata?
“Aria,” sebut Dennis. Dennis terkejut bisa melihat gadis yang sangat dicintainya.
Aria menundukkan kepalanya. Tanpa berlama-lama, Aria memeluk Dennis dan melepaskan segala kerinduannya. “Kamu ke mana aja, sih? Aku kangen sama kamu.” Dennis membalas pelukan Aria, lalu berusaha menenangkan Aria. Dennis tak mau Aria bersedih. Dennis mau melihat raut wajah kebahagiaan Aria.
Banyak sekali yang tidak bisa diceritakan oleh Dennis. Dennis menghilang karena satu alasan. Alasannya? Dennis tak mau melibatkan Aria dalam masalahnya. Aria terlalu baik untuk disusahkan oleh orang lain. Maka dari itu, dia terpaksa untuk menghilang sementara. Selama dia menghilang, dia selalu mencari bukti tentang tuduhan papanya. Ya, Dennis berhasil membersihkan nama papanya di pengadilan.









