Setia Menunggumu

oleh -233 views

Ya, beberapa bulan yang lalu. Keluarga Dennis tertimpa masalah. Ayahnya dituduh menggelapkan uang perusahaan. Seluruh harta kekayaan keluarga Dennis disita. Hingga sekarang pengadilan belum memutuskan perkara ini—siapa yang salah maupun benar. Pihak pengadilan masih melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut.

“Aria, lo udah dapat kabar belum tentang Dennis?” Aria menggelengkan kepalanya.
Aria menundukkan kepalanya. Hancur. Hatinya hancur berkeping-keping. Air matanya mulai berjatuhan dari pelupuk. Semua kenangan bersama Dennis terputar di benaknya. Aria tak tahu keadaan Dennis sekarang. Apakah Dennis baik-baik saja di sana? Apakah Dennis sedang tersesat dengan pikirannya? Apakah Dennis sedang membutuhkannya saat ini?

Anne mencubit pinggang Damar hingga meninggalkan bekas. Sedangkan, Damar hanya bisa memekik. Seolah-olah, Damar tak mengerti perasaan Aria—bagi Anne. Tak seharusnya Damar menanyakan hal tersebut ke Aria. Karena emosional Aria sedang tak karuan. Tatkala Aria menangis tersedu-sedu, dan tatkala Aria berusaha tersenyum walaupun rapuh.

Baca Juga  Prevalensi Ketidakcukupan Pangan Kota Ambon tahun 2025 Turun 24,78 Persen

“Kekurangan aku apa, Dennis?” Aria mengacak-ngacak rambutnya.

Anne memeluk Aria dari arah samping. “Jangan bersedih lagi, ya. Doakan aja, supaya Dennis bisa kembali, ya.” Aria mengangguk mengiakan. Aria tak tahu, apakah Dennis akan kembali atau tidak? Namun, sejauh ini Aria berharap, ada keajaiban yang datang untuknya.

No More Posts Available.

No more pages to load.