“Kamu jangan khawatir sama aku. Aku gak apa-apa. Oh iya, bagaimana kabar kamu?” tanya Dennis penasaran.
“Aku baik-baik saja. Kalau kamu?” Dennis mengangguk mengiakan.
Aria melepas pelukannya diikuti oleh Dennis. “Kamu ke mana aja? Aku cari kamu tahu.” Kerinduannya mulai terbalaskan.
“Aku gak ke mana-mana. Aku lagi membutuhkan waktu sendiri demi menyelesaikan masalah ayahku.” Aria mengangguk paham.
“Sekarang masalah ayahku sudah usai. Aku mau menemui kamu lagi. Aku juga rindu sama kamu.” Aria tersipu malu. Seketika pipinya dipenuhi blushing.
Arti bahagia itu sangat sederhana bagi Aria. Hanya dengan seperti ini, Aria merasakan arti bahagia yang sesungguhnya. Begitu pula dengan Dennis. Tuhan memang penyayang terhadap hamba-Nya. Jika kedua insan itu sudah ditakdirkan berjodoh, Tuhan akan tetap mempertemukan mereka di dalam keadaan tak terduga.
“Kamu harus janji sama aku. Kamu gak akan pergi dari aku lagi, ‘kan?”
Dennis mengulurkan jari kelingkingnya. Aria mengeratkan jari kelingkingnya ke jari kelingking Dennis. Mereka berdua tampak bahagia setelah berbulan-bulan tak bertemu sedikit pun. Akhirnya inilah kisah Aria. Aria berhasil melaluinya dengan kesetiaan. Kesetiaan itu membuahkan kebahagiaan tak dapat dilontarkan oleh Aria. Aria tak lupa mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Tuhan Yang Maha Esa. (*)









