Selain itu, pastikan kamu tidak berbicara dengan emosi yang meledak-ledak, ya! Menjelaskan dengan jujur dengan suasana yang tenang juga bisa menghindari kesalahpahaman.
Katakan Langsung, Bukan Lewat Telepon atau Chat
![]() Katakan Langsung/Foto: pexels.com/Ketut Subiyanto |
Mungkin perasaanmu tidak seperti dahulu lagi. Tapi bagaimanapun, kamu tetap harus menempatkan posisi pasangan di tempat yang baik.
Bicarakan alasan putus secara langsung, bukan melalui video call, telepon ataupun chat. Lalu, ketika sudah bertemu, pilihlah tempat yang nyaman dan jauh dari keramaian agar privasi kalian berdua tetap terjaga.
Biarkan Pasangan Memberikan Respon
![]() Dengarkan Dia Berbicara/Foto: pexels.com/ Rodnae Production |
Ketika kamu sudah mengatakan keinginan untuk putus dan menjelaskan alasannya dengan jujur, beri kesempatan untuknya berbicara dan mengungkapkan perasaannya. Jangan sampai pemutusan hubungan romantis ini hanya ada di satu pihak saja. Pastikan kamu menjadi pendengar yang baik ketika dia mengungkapkan perasaannya.
Hindari Perkataan Buruk
![]() Hindari Berkata Buruk/Foto: pexels.com/Liza Summer |
Walaupun dia sudah menjadi mantan, bukan berarti kamu harus menjelekkannya atau berkata hal yang buruk tentangnya. Jika memang selama ini kamu merasa tersakiti dalam menjalani hubungan, maka putus adalah jalan yang terbaik. Maafkan, lupakan dan tetap jalani hidup yang lebih baik
Berikan Simpati
![]() Berikan Simpati/Foto: pexels.com/Tima Miroshnichenko |
Kamu bisa membicarakan hal indah dan berterima kasih padanya karena telah mengajarkan banyak hal selama menjalani hubungan. Tidak ada salahnya mengucapkan, “makasih, ya, karena kamu aku jadi suka masak,” atau “karena baca buku milikmu, aku jadi lebih sadar akan hal baru.”














