Sikap Politik Dilematis Hambat Posisi Tawar Demokrat

oleh -11 Dilihat

Oleh: Ari Saptono, Pengamat Sosial Politik

Bisa dibilang syarat ambang batas pencalonan presiden dan wakil presiden, adalah jalan rumit yang harus dilalui bagi Demokrat dan partai-partai yang jumlah kursi di DPR RI kurang dari 20 persen. Bisa dibilang keputusan hengkang dari koalisi Anies, adalah jalan rumit yang harus diambil Demokrat. Manuver politik terkait Pilpres 2024 yang dilakukan Demokrat paska pergi dari koalisi Anies, juga rumit. Biang kerumitan adalah syarat ambang batas 20 persen.

Andaikan syarat ambang batas itu tidak ada, Demokrat bisa langsung mendeklarasikan AHY sebagai capres. Demokrat tidak perlu repot berkoalisi demi ikut serta Pilpres 2024. Apalagi hanya sekedar ingin posisi cawapres. Faktanya, suka tidak suka jalan rumit itulah yang harus dilalui Demokrat. Sepakat tidak sepakat, publik melihat situasi Demokrat saat ini berada dalam kondisi dilematis.

Baca Juga  Kampung Nelayan Merah Putih Segera Dibangun di Dullah Laut Tual, 70 Rumah Disiapkan untuk Nelayan

Dilematis ? Begitulah yang ada dibenak publik. Sebab untuk memenuhi hasrat posisi cawapres selepas hengkang dari koalisi Anies, hanya dua manuver yang dapat dilakukan oleh Demokrat. Manuver ke koalisi Ganjar atau koalisi Prabowo. Akan tetapi koalisi Ganjar atau Prabowo belum tentu bersedia apabila Demokrat memaksakan koalisi bersyarat, yakni; AHY sebagai cawapres. Dilematis? Pastilah. Resign dari koalisi Anies itu gara-gara bukan AHY cawapresnya. Ternyata gabung ke koalisi baru, belum tentu juga AHY diterima menjadi cawapres. Dilematis kan ?

No More Posts Available.

No more pages to load.