Santer beredar kabar bahwa bakal cawapres Ganjar mengerucut pada 3 nama. Mahfudz MD, Ridwan Kamil, Sandiaga Uno. Nama AHY tidak ada didaftar bakal cawapres Ganjar. Tidak mau ketinggalan, Prabowo juga tengah menggodog kandidat cawapresnya secara maraton. Yaitu; Ridwan Kamil, Erick Tohir, Yeni Wahid, Erlangga Hartato, Gibran. Dan lagi-lagi tidak ada nama AHY didaftar bakal cawapres Prabowo.
Memang keputusan bakal cawapres Ganjar dan Prabowo belum final. Jadi masih ada peluang bagi AHY diposisi cawapres. Namun sangat jelas bahwa AHY tidak ada didaftar cawapres yang sedang digodog. Publik bisa menafsirkan bahwa peluang AHY tipis sebagai cawapres di koalisi Ganjar maupun koalisi Prabowo. Masuk koalisi saja belum, bagaimana bisa AHY masuk list cawapres. Begitu kira-kira kata hati publik.
September yang mestinya ceria, nampaknya tidak demikian bagi Demokrat. “Move on” dari koalisi lama, tetapi belum “move in” ke koalisi baru. Lobi ceria sepanjang hari sebagai ikhtiar bergabung koalisi baru sudah ditempuh. Kendati begitu, belum juga ada titik terang. Lobi ceria, belum menghasilkan keceriaan. Justru semakin meperjelas wajah politik dilematis ala Demokrat. Ibarat kata; Terlanjur meradang, lalu hengkang, belum tentu senang.









