Leonora saat ditemui media ini sempat menceritakan bahwa dirinya dulu tahun 2013, setelah melalui proses seleksi Tingkat Kabupaten dan Provinsi dan dinyatakan lolos ke Tingkat Nasional mewakili Provinsi Maluku, selanjutnya pelatihan PASKIBRAKA Nasional dilatih oleh Pasukan Garnisiun Tetap 1 , DIKLAT PASKIBRARAKA 2013 terhitung hanya 40 hari.
Leonora Orun yang juga anak seorang pensiunan tentara mengungkapkan bahwa dirinya pada saat itu hanya bermodal mental dan niat yang kuat.
“Motivasi dari papa dan mama yang menjadi pegangan saya ya, anak tentara mentalnya harus kuat, bersaing secara sehat, mereka makan nasi kamu juga makan nasi, mereka bisa kamu juga bisa, yang paling penting awali semuanya dengan doa, motivasi itu yang membuat saya percaya diri apapun situasinya.”cerita Leonora mengulang pesan bapaknya.
Dirinya juga mengungkapkan pengalamannya bahwa, dalam awal proses pelatihan akan dibagi menjadi 2 tim, yaitu untuk menaikan dan menurunkan bendera, semua peserta merasakan posisi yang sama alias posisinya tidak tetap, jadi posisi kami saat latihan selalu berubah.
Posisi semuanya akan di ketahui setelah upacara penetapan ditanggal 17 Agustus jam 6 pagi, baru masing-masing dari kami tahu akan berada di posisi tim mana, pagi atau sore, dan pasukan 17, 8 atau 45, serta posisi pembawa bendera dan penggerek.









