Sulit Transportasi, Warga Pegunungan Seram Gunakan Rakit

oleh -153 views
Link Banner

@porostimur.com | Seram: Warga masyarakat pegunungan di Kecamatan Elpaputih, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Provinsi Maluku, masih menggunakan gosepa ( rakit) sebagai alat transportasi untuk menuju kota kecamatan dan kabupaten.

Rakit masih menjadi sarana transportasi, lantaran sampai saat ini, belum ada perhatian pemerintah provinsi maupun kabupaten untuk membangun ruas jalan menuju wilayah pegunungan tersebut.

“Sejak dahulu dari moyang-moyang kami di desa Ahiolo kami menggunakan gosepa (rakit) ini untuk bisa mengangkut hasil-hasil kebun kami seperti kopra , coklat dan sebagainya untuk di jual ke kabupaten atau ke kota Ambon untuk kebutuhan pendidikan anak-anak kami,” kata salah satu pererangkat Desa Ahiolo, David Paturia kepada porostimur.com, di Ahiolo pekan lalu


Dia menuturkan, kondisi masyarakat Ahiolo dan sejumlah desa di pegunungan Tala selama ini cukup menderita dengan transportasi. Sulitnya transportasi dari dan ke desa-desa pegunungan menyebabkan mereka hidup terisolir .

Baca Juga  Ketua Perindo Sebut PDIP Hanya Mimpi Bisa Menangkan Pilkada di Kepulauan Sula

Hasil-hasil pertanian mereka sangat sulit dibawa ke pasar sehingga walaupun desa-desa tersebut memiliki sumber daya alam yang berlimpa, namun masyarakatnya tetap miskinkarena hasil-hasil pertanian mereka sulit dipasarkan.

Sementara itu mantan Sekretaris Desa Ahiolo, Andarias Latekay mengaku saat dirinya menjabat kepala desa sementara hingga sekretaris desa, mereka sudah menyampaikan keluhan mereka ke camat maupun bupati soal pembangunan ruas jalan ke wilayah pegunungan, namun hingga saat ini belum ada perhatian untuk melakukannya.

“Memang saat ini ada jalan loging yang dlbikin oleh perusahaan kayu beberapa tahun lalu tetapi hanya jalan tanah sehingga bila musim hujan kenderaan roda dua tidak bias lewat, apalagi roda empat. Jadi kami tetap menggunakan gosepa. Kmi berharap keluhan masyarakat pegunungan ini bisa di dengar oleh pemerintah sehingga bias membangun jalan ke sini,” harap Andarias Latekay

Baca Juga  Bentuk karakter, profesi guru wajib dihargai

Dia menjelaskan akibat dari sulitnya transportasi ke pegunungan ini banyak anak-anak di pegunungan yang putus sekolah karena orang tua sulit mendapatkan uang lantaran hasil-hasil perkebunan mereka sulit di pasarkan untuk mendapatkan uang (Nus)