Walau demikian, usaha mereka untuk menipu Allah SWT sia-sia karena justru sang Khalik-lah yang menipu orang-orang munafik itu dengan tetap membiarkan mereka berada di dalam kesesatan. Jika mereka salat, ibadah itu dikerjakan secara asal atau tidak bersungguh-sungguh.
“Tidak bersemangat, merasa sangat berat, bahkan tidak senang, karena mereka tidak merasakan nikmatnya. Kalaupun mereka melakukannya, mereka hanya bermaksud ria, ingin dilihat dan dipuji di hadapan manusia, tidak karena mengharap ridha Allah dan takut akan siksaan-Nya.” tulis Tafsir Kemenag RI.
Selain itu, orang-orang munafik juga tidak mengingat Allah SWT kecuali di hadapan orang. Meski begitu, tidak banyak waktu yang mereka habiskan untuk mengingat Allah SWT.
Dalam Tafsir Al-Azhar oleh Buya Hamka mengenai surat An Nisa ayat 142 juga diterangkan hal serupa. Pada ayat tersebut turut disebutkan tanda dari orang munafik, yaitu mereka mengerjakan salat dengan rasa malas.
Meskipun orang munafik salat, amalan yang mereka kerjakan itu hanya untuk riya. Mereka ingin mempertontonkan salat mereka kepada manusia.
“Bukan karena ikhlas dan bukan karena taat kepada Allah.” bunyi Tafsir Al-Azhar pada surat An Nisa ayat 142.
sumber: detikhikmah









