Namun hingga kini belum ada bukti maupun pernyataan resmi yang menunjukkan adanya praktik suap atau korupsi yang melibatkan FIFA maupun perangkat pertandingan.
Sementara itu, Presiden AFA Claudio Tapia mengajak masyarakat Argentina menerima kekalahan dari Spanyol dan menghormati hasil pertandingan.
Di sisi lain, Presiden Argentina Javier Milei menyatakan negaranya kerap menjadi sasaran kecemburuan karena berbagai prestasi yang telah diraih.
Meski surat Gianni Infantino telah menjadi perbincangan luas, FIFA menegaskan proses investigasi terhadap kericuhan yang terjadi seusai final Piala Dunia 2026 masih terus berjalan.
(red/beritasatu)
Porostimur.com berkomitmen memberikan fakta jernih, terpercaya, dan berimbang. Simak berita dan artikel terbaru kami di: WhatsApp Channel porostimur.com











