Keputusan itu tidak memengaruhi mental Spanyol. Mereka terus menekan pertahanan Argentina yang mulai kehabisan tenaga.
Gol yang ditunggu akhirnya lahir pada menit ke-106. Nico Williams menyambut umpan silang di tiang jauh dan mengarahkan bola ke depan gawang. Ferran Torres yang berdiri bebas langsung menyambar dengan tendangan kaki kiri yang menghujam pojok atas gawang Emiliano Martínez.
Argentina berusaha bangkit pada sisa pertandingan. Messi beberapa kali mencoba menginisiasi serangan, tetapi organisasi pertahanan Spanyol tetap disiplin. Bahkan peluang terbaik Albiceleste melalui Giuliano Simeone pada penghujung laga masih melambung di atas mistar.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-0 tetap bertahan dan memastikan Spanyol kembali mengangkat trofi Piala Dunia untuk kedua kalinya dalam sejarah.
Statistik FIFA semakin mengukuhkan kemenangan La Furia Roja. Spanyol mencatat 20 tembakan dengan 12 mengarah ke gawang, sedangkan Argentina hanya mampu melepaskan dua tembakan tanpa satu pun tepat sasaran.
La Roja juga menguasai permainan melalui 845 operan dengan 765 operan akurat, hampir dua kali lipat dibanding Argentina yang hanya mencatat 433 operan dan 341 operan sukses. Spanyol memperoleh sembilan tendangan sudut berbanding dua milik Argentina, serta melepaskan 18 umpan silang, sementara lawannya hanya tiga.









