Tekanan Spanyol tidak berhenti. Dani Olmo, Pedri, Álex Baena, hingga Mikel Oyarzabal bergantian mengacak-acak organisasi pertahanan Argentina. Namun, penampilan gemilang Emiliano Martínez membuat gawang Albiceleste tetap aman hingga turun minum.
Meski babak pertama berakhir tanpa gol, jalannya pertandingan memperlihatkan perbedaan yang mencolok. Seluruh percobaan tembakan lahir dari kaki pemain Spanyol, sementara Argentina gagal mencatatkan satu pun tembakan. Itu menjadi kali pertama sejak statistik Piala Dunia mulai didokumentasikan pada 1966, Argentina mengakhiri babak pertama laga Piala Dunia tanpa menghasilkan satu percobaan ke gawang lawan.
Taktik De la Fuente Lumpuhkan Messi
Final ini menjadi bukti keberhasilan Luis de la Fuente memenangkan duel strategi atas Lionel Scaloni.
Spanyol bermain dengan struktur yang sangat disiplin. Rodri menjadi jangkar sekaligus pengatur ritme permainan, sementara Pedri, Dani Olmo, dan Álex Baena terus bertukar posisi untuk menciptakan keunggulan jumlah pemain di lini tengah.
Di sisi kanan, Lamine Yamal menjadi sumber ancaman utama. Pergerakannya memaksa Nicolás Tagliafico bertahan lebih dalam sehingga Argentina kehilangan keseimbangan ketika harus menutup ruang di area tengah.
Sebaliknya, strategi Argentina yang mengandalkan transisi cepat melalui Lionel Messi dan Julián Álvarez tidak pernah benar-benar berjalan. Rodri bersama lini belakang Spanyol secara konsisten memutus jalur umpan menuju Messi sehingga sang kapten kesulitan menerima bola di area berbahaya.









