Hal ini berdasarkan hadits yang diberitakan dari Ubadah bin Shamit RA bahwa Rasulullah SAW menjenguk Abdullah bin Rawahah yang tidak bisa beranjak dari pembaringannya, kemudian beliau bertanya, “Tahukah kalian, siapakah syuhada dari umatku?” Orang-orang yang ada menjawab, “Muslim yang mati terbunuh.”
Beliau bersabda, “Jika hanya itu para syuhada dari umatku sangat sedikit. Muslim yang mati terbunuh adalah syahid dan mati karena penyakit kolera adalah syahid, begitu pula perempuan yang mati ketika bersalin adalah syahid (anaknya akan menariknya dengan tali pusarnya ke dalam surga).” (HR Ahmad, ad-Darimi, dan ath-Thayalusi) Menurut Imam Ahmad ada periwayatan seperti itu melalui jalur sanad lain di dalam Musnad-nya.
8. Meninggal karena Terbakar atau Busung Perut
Dalam riwayat Jabir bin Atik, disebutkan bahwa syuhada tidak hanya yang gugur di medan perang. Mereka yang wafat karena terbakar, penyakit busung lapar, hingga terkena reruntuhan bangunan atau tanah longsor juga termasuk kategori syahid.
“Para syuhada ada tujuh: mati terbunuh di jalan Allah, karena penyakit kolera adalah syahid, mati tenggelam adalah syahid, karena penyakit busung lapar adalah syahid, karena penyakit perut keracunan adalah syahid, karena terbakar adalah syahid, dan yang mati karena tertimpa reruntuhan (bangunan atau tanah longsor) adalah syahid, serta perempuan yang meninggal pada saat mengandung adalah syahid.” (HR Malik, Abu Dawud, an-Nasa’i, Ibnu Majah, dan Ahmad)









