Guler secara terbuka menyatakan bahwa ia lebih nyaman bermain di tengah. Alonso menyetujui pandangan itu dan menurunkannya sebagai gelandang serang dalam dua laga terakhir.
Dalam dua kemenangan atas Pachuca dan RB Salzburg, Guler tampil menawan. Ia mencetak gol, mendominasi distribusi bola, dan menjadi pusat kreativitas tim.
Yang menarik, Luka Modric masuk menggantikan Guler di babak kedua kedua laga tersebut. Hal ini terasa simbolis—pergantian generasi yang tengah berlangsung di lini tengah Madrid.
Modric sendiri dikabarkan akan bergabung dengan AC Milan usai turnamen ini. Segala indikasi menunjukkan bahwa Alonso telah menyiapkan Guler sebagai pewaris sah sang maestro.
Gelandang Masa Depan Madrid

Vitor Pereira, pelatih yang memberi debut profesional untuk Guler di Fenerbahce, menyebut anak asuhnya itu sebagai bakat luar biasa. Ia bahkan membandingkannya dengan James Rodriguez muda.
“Dia mengingatkan saya pada James Rodriguez saat saya melatihnya di usia 19 tahun, baru tiba di Porto,” kata Pereira kepada surat kabar Spanyol, Marca. “Mereka adalah dua pemain dengan bakat luar biasa.”
“Dia [Guler] masih seperti anak di antara para pria, tetapi setiap kali menyentuh bola, dia selalu menemukan umpan akhir. Dan jika melakukan kesalahan, dia langsung meminta bola kembali untuk mencoba lagi.”









